Jakarta (ANTARA) - Partai Hanura mengubah logo menjadi kepala singa sebagai bagian dari pembaruan identitas partai dan strategi membangun semangat serta daya juang kader menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Tim Task Force Partai Hanura Patrice Rio Capella dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, mengatakan perubahan logo merupakan bagian dari pembaruan seluruh atribut dan identitas visual Hanura yang diterapkan bertahap.
“Soal logo kepala singa, kita mengubah semua atribut Hanura, termasuk logo dengan new brand menjadi singa. Hanura instruksikan seluruh jajaran dari pusat hingga ranting satu komando memakai branding baru ini,” kata Rio.
Hal tersebut disampaikan Rio seusai memimpin konsolidasi dan rapat teknis Tim Task Force Partai Hanura di Provinsi Bengkulu, Kamis (27/8).
Ia menjelaskan kepala singa dipilih karena memiliki filosofi yang menggambarkan kekuatan, keberanian, ketangguhan, serta kemampuan mengambil keputusan.
“Logo singa filosofinya melambangkan kekuatan, semangat, keberanian mengambil keputusan, tangguh, dan punya daya tarung,” ujarnya.
Menurut Rio, perubahan identitas visual tersebut tidak sekadar mengubah atribut partai, tetapi juga diharapkan mendorong perubahan pola pikir dan meningkatkan optimisme kader menghadapi Pemilu 2029.
“Perubahan logo ini dengan harapan bisa memberikan semangat kepada para kader Hanura. Singa itu simbol keberanian, wibawa, kekuatan, keseriusan. Sehingga para caleg bisa menjadi singa-singa petarung Hanura untuk menang di Pemilu 2029,” katanya.
Ia meyakini perubahan identitas tersebut dapat meningkatkan semangat kader, terutama dalam membangun kembali kepercayaan diri partai setelah hasil pemilu sebelumnya.
“Saya yakin ini berpengaruh. Mindset atau cara berpikir kader pun berubah. Ada keyakinan dan optimisme di kalangan kader, kita bisa bangkit kembali pada Pemilu 2029,” ujarnya.
Rio mengatakan penggunaan logo baru berlaku bagi seluruh jajaran Hanura hingga tingkat akar rumput.
Namun, penerapan identitas baru tersebut membutuhkan masa transisi karena seluruh atribut partai harus disesuaikan dan dicetak ulang.
“Perlu proses karena masih transisi memerlukan waktu pencetakan dan sebagainya, bisa kita maklumi. Tapi mulai paling lama awal 2027, semua sudah singa,” kata Rio.
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.