Istanbul (ANTARA) - Hasil akhir pemilihan umum (pemilu) parlemen pertama Daerah Otonom Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM) di selatan Filipina diumumkan pada Rabu (16/9).
Dewan Penghitungan Suara Daerah (RBOC) dari Komisi Pemilihan Umum (COMELEC) menyebutkan sebanyak 2.018.478 pemilih telah menggunakan hak pilihnya, dengan tingkat partisipasi sebesar 84,34 persen, pada hari pemungutan suara, Senin (14/9).
Parlemen daerah tersebut beranggotakan 80 orang, yang terdiri atas 40 wakil partai politik di tingkat regional, 32 wakil kabupaten, dan delapan wakil sektoral.
Baca juga: Wilayah otonom Muslim Filipina Bangsamoro gelar pemilu perdana
Hasilnya, untuk kursi Partai Politik Parlemen Daerah (RPPP), Partai Federalis Bangsamoro (BFP) meraih 16 kursi terbanyak, dengan diikuti oleh Partai Keadilan Bangsamoro Bersatu (UBJP) sebanyak 15 kursi.
Kemudian, Koalisi Besar BARMM (BGC) memperoleh delapan kursi dan Partai Demokratik Raayat meraih satu kursi.
Sementara itu, untuk perwakilan distrik, BFP meraih 15 kursi, UBJP sembilan kursi, Serbisyong Inklusibo Alyansang Progresibo (SIAP) enam kursi, serta Partai Progresibong Bangsamoro (PBP) dan Al Ittihad-UKB masing-masing satu kursi.
Dalam pemilihan sektoral, Yul Adelfo Olaya dan Mary Ann Arnado memperoleh kursi yang mewakili komunitas pemukim.
Aida Silongan, Sulffy Abbas, Muhammad Nadzir Ebil, dan Marjanie Mimbantas-Macasalong masing-masing mewakili sektor perempuan, pemuda, ulama, dan pemimpin tradisional.
Baca juga: Media: Penghitungan suara pemilu parlemen Bangsamoro masih berlangsung
Komunitas Teduray dan Lambangian masing-masing memilih Jo Glenna Jover dan Leticio Datuwata sebagai perwakilan Masyarakat Adat Non-Moro berdasarkan hukum adat.
BFP dipimpin oleh Menteri Utama Sementara Bangsamoro Abdulraof Macacua, sedangkan UBJP dipimpin oleh mantan kepala menteri sementara Murad Ebrahim, yang juga merupakan pemimpin Front Pembebasan Islam Moro.
Para pejabat terpilih itu akan mulai menjabat pada 30 Oktober dan akan memilih kepala menteri untuk wilayah tersebut.
BARMM merupakan daerah otonom di selatan Filipina yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Kunjungi pesantren, Filipina belajar bangun madrasah ke Indonesia
Penerjemah: Primayanti
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.