Tangerang, CNN Indonesia --
Tinggi muka air Sungai Cisadane di kawasan Bendung Pasar Baru, Kota Tangerang, Banten, menyusut cukup signifikan akibat musim kemarau berkepanjangan.
Kondisi tersebut turut berdampak pada kualitas air yang berubah menjadi hijau kehitaman dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Untuk menjaga ketinggian air tetap tersedia sebagai sumber air baku, seluruh pintu air di Bendung Pasar Baru, termasuk Pintu Air 10, ditutup dan tidak mengalirkan air ke wilayah hilir sejak sekitar satu bulan terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan CNNIndonesia.com pada Jumat (18/9) siang kemarin, menunjukkan kondisi Sungai Cisadane di belakang Pintu Air 10 mengalami penyusutan.
Bebatuan besar yang biasanya berada di dasar sungai terlihat jelas dari permukaan.
Kondisi tersebut justru dimanfaatkan sejumlah warga sekitar untuk memancing dan menjaring ikan.
Berdasarkan data Bendung Pasar Baru, tinggi muka air Sungai Cisadane di depan Pintu Air 10 pada Jumat siang mencapai 10,95 meter. Angka tersebut menyusut dibandingkan elevasi normal yang berada di level 12,45 meter.
Sementara itu, tinggi muka air di belakang Pintu Air 10 tercatat sekitar 5,50 meter.
Penutupan Pintu Air 10 dilakukan untuk mempertahankan ketersediaan air baku bagi kebutuhan pengolahan air bersih. Namun, di tengah penyusutan debit, kualitas air Sungai Cisadane juga mengalami perubahan warna menjadi hijau kehitaman dan menimbulkan bau tidak sedap.
Salah seorang warga, Bambang, mengatakan kualitas air bersih yang dipasok dari pengolahan air minum pemerintah daerah belakangan dinilai kurang baik. Menurutnya, air yang diterima warga berwarna kuning dan keruh.
Sementara itu, air sumur di sekitar lokasi juga dinilai kurang layak digunakan untuk kebutuhan mandi dan mencuci.
"PDAM airnya kurang bagus, agak kuning, agak bau lagi. Keuntungannya orang-orang sekitar sini pada mancing, ngejaring. Itu berkahnya air Cisadane kering," ujar Bambang.
Penyusutan tinggi muka air Sungai Cisadane terjadi secara bertahap dalam tiga bulan terakhir.
Kondisi tersebut diperkirakan masih dapat berlanjut apabila tidak terjadi hujan atau tambahan pasokan air dari wilayah hulu, yakni Bendung Batu Belah, Bogor, Jawa Barat.
(dod/kid)