Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Paniai, Papua Tengah, mengintegrasikan pemenuhan makanan bergizi bagi siswa melalui Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) sebagai pola pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.
Bupati Paniai Yampit Nawipa saat dihubungi dari Nabire, Jumat, mengatakan Program MBG belum berjalan secara resmi di Paniai, tetapi kebutuhan makanan siswa telah dipenuhi melalui Program SSH.
"MBG tetap jalan di Paniai, tapi polanya diubah melalui SSH. Pemberian makan tidak hanya sekali dalam sehari, tetapi tiga kali, pagi, siang, dan sore," katanya.
Ia menjelaskan salah satu sekolah yang menerapkan SSH berada di SD Negeri Mayubutu, Distrik Paniai Timur, yang diubah menjadi sekolah dengan kegiatan pembelajaran dan pendampingan dari pagi hingga sore.
Program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, sehingga pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk makanan, dapat dilakukan selama mereka berada di lingkungan sekolah.
Menurutnya, pola SSH memberikan manfaat lebih luas karena selain membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, program tersebut juga memastikan siswa berada dalam lingkungan pendidikan yang lebih terarah sepanjang hari.
Ia mengatakan Pemkab Paniai memanfaatkan program pendidikan tersebut untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga anak-anak memperoleh kesempatan belajar dan tumbuh secara lebih baik.
"Paniai adalah tempat untuk maju, bukan untuk mundur," ujarnya.
Sementara itu Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah Deinas Geley mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan sekolah berpola asrama dan SSH.
Menurutnya, pola pendidikan tersebut menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar, sekaligus memenuhi kebutuhan mereka selama berada di sekolah.
Ia meminta Pemkab Paniai mengawal pelaksanaan program pemerintah provinsi, terutama di bidang pendidikan, agar manfaatnya dapat dirasakan anak-anak Papua.
Ia juga mengajak masyarakat ikut mengawal pembangunan dan mendukung program pemerintah mulai dari tingkat kampung, distrik, hingga kabupaten.
"Anak-anak Papua harus dididik menjadi orang hebat karena masa depan Papua Tengah ada di tangan mereka," katanya.
Kepala Bidang Data Disdikbud Papua Tengah Yulianus Kuayo mengatakan Pemprov Papua Tengah tahun ini membiayai 10 SSH yang tersebar di delapan kabupaten.
Program tersebut memanfaatkan sekolah yang telah ada untuk melanjutkan pembelajaran setelah jam sekolah reguler, sekaligus membantu menuntaskan literasi dasar dan membentuk karakter, kedisiplinan, serta kemandirian peserta didik.
Dari 10 lokasi yang dibiayai Pemprov Papua Tengah, Kabupaten Mimika dan Nabire masing-masing memiliki dua lokasi, sedangkan enam kabupaten lainnya masing-masing satu lokasi.
Selain dukungan provinsi, Pemkab Paniai juga menjalankan satu SSH dengan pembiayaan melalui anggaran pemkab.
Program SSH Papua Tengah dirancang sebagai pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran, pembinaan karakter, pemenuhan gizi, dan pendampingan siswa hingga sore hari.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.