Banda Aceh (ANTARA) - Lembaga adat laut, Panglima Laot Aceh, menyebutkan hingga saat ini ada sebanyak lima nelayan dari Kabupaten Aceh Timur masih ditahan di Thailand.
"Ada lima orang lagi masih ditahan. Mungkin mereka ditahan karena ada pelanggaran lainnya yang dilakukan, sehingga tidak bisa dipulangkan bersama 13 nelayan lainnya," kata Panglima Laot Aceh Miftach Tjut Adek di Banda Aceh, Rabu.
Sebelumnya, lima nelayan Aceh tersebut ditangkap pihak keamanan Thailand karena menangkap ikan di wilayah negara tersebut pada Maret 2026.
Bersamaan dengan kelima nelayan tersebut, pihak keamanan Thailand juga menangkap 14 nelayan Aceh Timur lainnya karena menangkap ikan di negara tetangga tersebut.
Ia mengatakan dari 14 nelayan tersebut, seorang di antaranya sudah dipulangkan terlebih dahulu. Sedangkan 13 nelayan lainnya kini sedang dalam proses pemulangan setelah menjalani proses hukum.
"Informasi yang kami terima, ada sebanyak 13 nelayan dipulangkan setelah menjalani proses hukum. Sedangkan lima orang lainnya, masih ditahan di negara tersebut," katanya.
Miftach Tjut Adek mengimbau nelayan Aceh yang menangkap ikan di perairan dekat perbatasan negara tetangga agar lebih berhati-hati, terutama saat cuaca ekstrem. Sebab, bisa saja kapal yang ditumpangi dibawa arus masuk ke negara lainnya.
"Kami juga mengimbau nelayan melengkapi dengan alat navigasi yang memadai, sehingga tidak masuk ke negara lainnya saat menangkap ikan di laut lepas," katanya.
Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh Sudirman menyatakan sebanyak 13 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur sedang menunggu proses pemulangan ke tanah air setelah bebaskan usai menjalani hukuman di Thailand.
"Kami sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Songkhla, Thailand, terkait pemulangan nelayan asal Aceh Timur. Jadwal kepulangan mereka masih dalam tahap koordinasi dengan imigrasi negara tersebut," katanya.
Tidak hanya dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Songkhla, Sudirman mengatakan juga berkomunikasi dengan Pemerintah Aceh menyangkut dukungan proses pemulangan 13 nelayan tersebut, sehingga mereka dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
"Kami berharap keluarga tetap bersabar. Kami terus berkomunikasi dan koordinasi KJRI Songkhla, Pemerintah Aceh, serta pihak terkait lainnya. Kami berharap semuanya dapat pulang dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga," kata Sudirman.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.