Pangkopassus bersama Gubernur Kaltim tinjau bakal Markas Grup 4 penyangga IKN - ANTARA News Kalimantan Timur

2026/08/19

Kutai Kartanegara (ANTARA) - Panglima Kopassus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud meninjau langsung lahan bakal Markas Grup 4 Kopassus di Desa Jembayan, Kutai Kartanegara, Selasa, untuk memastikan kesiapan infrastruktur pertahanan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Djon Afriandi mengungkapkan bahwa pembangunan Markas Grup 4 Kopassus di Kalimantan merupakan langkah vital dalam strategi penguatan wilayah pertahanan nasional, khususnya sebagai benteng penyangga utama IKN.

Kehadiran markas ini juga diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

"Kami di sini dalam rangka meningkatkan keamanan regional, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui kehadiran ribuan prajurit beserta keluarga, serta pembangunan infrastruktur baru seperti akses jalan, jaringan listrik, dan pasokan air bersih yang terintegrasi dengan permukiman sekitar," jelas Djon.

Usai meninjau lahan dari udara menggunakan helikopter, Danjen Kopassus bersama Gubernur Kaltim, Komandan Grup 4 Kopassus Brigjen TNI Suharma Zunam, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, dan rombongan menggelar diskusi di markas sementara.

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyambut baik kehadiran Markas Grup 4 Kopassus di wilayahnya.

Menurutnya, keberadaan Markas di Kaltim ini merupakan bentuk penghargaan dan pengakuan negara terhadap pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa akses jalan baru akan segera dibangun untuk mendukung konektivitas dan mobilitas operasional.

Setelah berdiskusi, rombongan melakukan penanaman pohon Tabebuya sebagai simbol keteguhan dan harapan di area tersebut.

Pangkopassus beserta jajaran juga menyempatkan diri bersilaturahmi ke Kantor Gubernur Kaltim di Samarinda.

Markas Grup 4 Kopassus ini dibangun di atas lahan hibah dari area eks reklamasi PT Multi Harapan Utama (MHU) seluas 110,81 hektare di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kawasan pangkalan dan fasilitas pendukung ini direncanakan bakal dikembangkan hingga mencapai luas 230 hektare.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.