Pangkas Asupan Gula Bikin Mudah Lemas dan Pusing? Dokter Gizi Beri Saran

2026/09/21

Jakarta -

Niat untuk mulai mengurangi konsumsi gula demi hidup lebih sehat sering kali terhenti di tengah jalan. Banyak orang mengeluhkan timbulnya sensasi pusing, lemas, hingga perubahan suasana hati (bad mood) yang ekstrem begitu mencoba memotong asupan manis.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membeberkan alasan di balik munculnya keluhan tersebut. Menurutnya, reaksi pusing dan lemas merupakan bentuk adaptasi atau 'perlawanan' dari tubuh.

"Nah iya, karena kamu sudah kebiasaan ngasih gula instan ke dalam tubuhmu. Jadi pasti akan ada adaptasi dari tubuh, jadi kayak berontak nih. Yang tadinya biasa dapet gula instan, tapi tiba-tiba enggak ada gula," ujar dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (10/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jangan Langsung Setop Total

Untuk mengatasinya, dr Yaze menyarankan agar pengurangan asupan gula dilakukan secara bertahap, bukan dihentikan secara drastis dalam semalam. Memotong asupan gula secara tiba-tiba justru berpotensi memicu rasa lemas berlebih hingga membuat seseorang gagal konsisten.

"Jadi tipsnya kadar gulanya dikurangin dikit-dikit, jadi bukan berarti langsung enggak dikasih gula seharian. Udah pasti akan lemes, lemes, terus enggak mood," jelasnya.

Ia pun membagikan trik bagi penggemar kopi atau minuman manis harian yang ingin mulai mengurangi gula tanpa menyiksa tubuh. Kadar gula bisa diturunkan secara berkala perlahan-lahan.

"Kalau misalnya udah kebiasaan tiap hari, kalau tiba-tiba nggak minum kopi kayak lemes, enggak mood, mikirin kopi mulu, ya berarti minum saja dengan kadar gula yang mulai dikurangin," kata dr Yaze.

"Setiap hari misalnya tiga hari sekali dikurangin, yang tadinya normal jadi 70 persen, tiga hari kemudian jadi 50 persen," paparnya.

Kunci Sukses: Trik Bertahap

dr Yaze menegaskan pentingnya kompromi dengan kondisi tubuh agar proses pembentukan pola makan baru bisa bertahan lama. Menghentikan gula secara mendadak sering kali menjadi pemicu utama seseorang kembali ke kebiasaan lama.

"Jadi bukan berarti tiba-tiba langsung di-stop. Karena aku juga kalau tiba-tiba stop gula, pusing kepalanya, akhirnya jadi menyerah," tambahnya.

Bagi mereka yang masih dalam tahap awal penyesuaian, menikmati minuman favorit seperti kopi dengan susu dan krimer sesekali sebenarnya masih diperbolehkan, asalkan frekuensinya dibatasi, misalnya seminggu sekali.

Halaman 2 dari 2

(sao/naf)