Liputan6.com, Jakarta - Menjadi sandwich generation berarti menghadapi dua tanggung jawab keluarga dalam waktu yang bersamaan. Orang dewasa, terutama mereka yang berada di usia 40-an, dapat berada dalam posisi harus memenuhi kebutuhan anak sekaligus orang tua yang mulai menua.
Kondisi tersebut membuat penghasilan yang seharusnya dapat digunakan untuk membangun tabungan dan mempersiapkan masa depan harus terbagi untuk berbagai kebutuhan keluarga. Kelompok ini menghadapi kondisi finansial yang tertekan karena harus mendukung anak dan orang tua sambil tetap memikirkan masa pensiun.
Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengeluaran keluarga. Lebih dari 40 persen milenial melaporkan diri sebagai pengasuh, sementara hampir 90 persen milenial yang menjadi caregiver harus menyesuaikan jadwal kerja, termasuk mengurangi jam kerja atau bekerja secara fleksibel.
Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi kemampuan seseorang dalam mempertahankan pendapatan sekaligus memenuhi target finansial jangka panjang, melansir Investopedia, Senin (5/10/2026). Kondisi tersebut membuat pengelolaan uang perlu dimulai dengan melihat seluruh posisi keuangan secara menyeluruh.
Perlu bagi sandwich generation untuk memetakan sumber pendapatan, tabungan, investasi jangka panjang, utang, serta perubahan finansial yang mungkin terjadi. Perhitungan tersebut membantu menentukan kebutuhan mana yang harus ditangani lebih dahulu tanpa membuat rencana masa depan sepenuhnya terabaikan.
Prioritas pribadi tidak berarti mengabaikan keluarga. Menjaga kondisi finansial sendiri justru penting agar seseorang tidak berubah menjadi beban bagi anak-anaknya di masa depan.
Bicarakan Kondisi Keuangan Keluarga Sejak Awal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365380/original/010697500_1791175320-engin-akyurt-WI4k8Z15hbQ-unsplash.jpg)
Perbesar
Percakapan mengenai uang menjadi salah satu langkah penting sebelum beban finansial semakin besar. Sandwich generation sebaiknya membicarakan kondisi orangtua, mulai dari kebutuhan sehari-hari, sumber pendapatan, aset, asuransi, hingga dokumen perencanaan seperti surat wasiat dan kuasa hukum.
Batas bantuan kepada orang tua dan anak perlu ditentukan berdasarkan kemampuan finansial yang nyata. Seseorang perlu menilai seberapa besar bantuan yang mampu diberikan, kemudian menetapkan batas agar kebutuhan keluarga tidak sepenuhnya menghabiskan sumber daya pribadi.
Bantuan pada anak yang sudah beranjak dewasa dapat dikurangi secara bertahap agar mereka memiliki kesempatan untuk membangun kemandirian finansial. Kebutuhan orangtua dapat dipetakan lebih jauh dengan melihat apakah terdapat kekurangan dana untuk biaya hidup atau perawatan jangka panjang.
Potensi kesenjangan tersebut sebaiknya diketahui sedini mungkin karena pilihan penanganannya dapat semakin terbatas ketika kebutuhan berubah menjadi keadaan mendesak.
Sisihkan Dana Darurat Sebelum Menambah Investasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4770776/original/089832200_1710305841-alexander-mils-lCPhGxs7pww-unsplash.jpg)
Perbesar
Dana darurat menjadi lapisan perlindungan penting ketika seseorang menanggung kebutuhan lebih dari satu generasi. Sandwich generation disarankan untuk memiliki dana darurat sekitar tiga hingga enam bulan biaya hidup.
Cadangan tersebut dapat membantu menghadapi pengeluaran tidak terduga tanpa harus langsung mengurangi tabungan jangka panjang atau mengambil utang baru. Pengelolaan uang dapat dilakukan dengan menentukan mana kebutuhan yang benar-benar mendesak dan mana yang masih dapat ditunda.
Prioritas tersebut mencakup dana darurat, utang berbunga tinggi, serta kontribusi untuk masa pensiun. Penghematan atau investasi untuk pensiun dapat dikurangi sementara ketika kondisi sangat berat, tetapi langkah tersebut sebaiknya tidak berubah menjadi penghentian tanpa batas.
Memanfaatkan fasilitas pensiun dari pemberi kerja bila tersedia tidak kalah penting, terutama skema yang memberikan kontribusi tambahan dari perusahaan. Alokasi investasi perlu diperiksa karena dana pensiun yang terlalu konservatif dalam jangka panjang dapat membatasi pertumbuhan aset.
Lindungi Masa Depan Tanpa Mengabaikan Keluarga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365381/original/083690500_1791175320-vitaly-gariev-_0WQLjM_q-U-unsplash.jpg)
Perbesar
Menabung untuk masa pensiun tidak seharusnya selalu menjadi pos yang dikorbankan ketika kebutuhan keluarga meningkat. Sandwich generation sebaiknya menekankan prinsip pay yourself first, yaitu memastikan kontribusi untuk masa depan tetap menjadi prioritas sebelum seluruh pendapatan dialihkan untuk kebutuhan lain.
Gagasan tersebut berangkat dari risiko bahwa seseorang yang menghabiskan seluruh tabungan untuk membantu orangtua dan anak justru dapat kehilangan kemandirian finansial pada masa tua.
Perencanaan kebutuhan orang tua dapat dilakukan melalui pembicaraan mengenai biaya perawatan jangka panjang, aset yang tersedia, tempat tinggal, serta dokumen seperti surat wasiat, kuasa finansial, arahan perawatan kesehatan, dan dokumen warisan sebelum orangtua berada dalam kondisi yang membuat pengambilan keputusan sulit dilakukan.
Pilihan mengurangi pengeluaran besar pun dapat dipertimbangkan ketika tekanan finansial semakin tinggi. Downsizing rumah menjadi salah satu cara yang berpotensi mengurangi biaya pajak, perawatan, dan beban pengeluaran lainnya.