Pamer Hidup Mewah di IG, Wanita Ini Diduga Agen Rahasia China

2026/10/10

Jakarta -

Wanying Zhang, perempuan asal China yang tinggal di Amerika Serikat (AS), mendadak menjadi sorotan. Di media sosial, ia dikenal sebagai sosok sukses dengan gaya hidup glamor. Namun, di balik kehidupannya tersebut, Zhang kini menghadapi tuduhan serius sebagai agen rahasia pemerintah China.

Perempuan berusia 34 tahun yang juga dikenal dengan nama Heather Zhang itu ditangkap FBI di Bandara Internasional Los Angeles (LAX) pada 4 Oktober 2026, ketika hendak terbang ke Shanghai, China.

Zhang diduga menjalankan operasi mata-mata terhadap keluarga Presiden Taiwan Lai Ching-te yang tinggal di AS. Target pengintaiannya disebut merupakan Lai Ting-yu, putra sang presiden yang bekerja sebagai insinyur di kawasan Seattle.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Punya Jabatan Mentereng

Sebelum tersandung kasus spionase, Zhang menampilkan citra sebagai pebisnis sukses. Akun Instagram yang dikaitkan dengannya memperlihatkan gaya hidup mewah, mulai dari pakaian desainer, perjalanan ke luar negeri, hingga aktivitas di tempat-tempat eksklusif.

Tak hanya Instagram, profil LinkedIn atas nama Wanying Zhang juga memperlihatkan perjalanan karier yang cukup mentereng.

Wanying ZhangLinkedIn Wanying Zhang Foto: via NY Post

Dalam tangkapan layar profil LinkedIn tersebut, Zhang mencantumkan jabatan Chief Executive Officer (CEO) Alphabet Investment Management Inc., sebuah perusahaan investasi yang berbasis di Los Angeles, California.

Ia juga mencantumkan pendidikan di University of Southern California (USC), dengan gelar Master of Public Administration yang berfokus pada bidang real estat. Pada bagian profilnya, Zhang menyebut tengah bekerja bersama tim penjualan Douglas Elliman untuk proyek Metropolis, sebuah pengembangan hunian mewah senilai USD 1,5 miliar yang dikembangkan Greenland, perusahaan Fortune 500 asal China.

Meski demikian, informasi tersebut berasal dari profil LinkedIn yang mencantumkan nama Zhang dan belum dapat dipastikan secara independen sebagai riwayat pekerjaan serta pendidikan yang telah diverifikasi.

Menurut laporan Infobae, Zhang juga kerap membagikan foto perjalanan ke Amerika Serikat, Kanada, dan Paris, termasuk berbelanja di butik mewah serta makan di restoran mahal.

South China Morning Post (SCMP) melaporkan, Zhang telah mencantumkan jabatan CEO Alphabet Investment Management sejak 2017. Pihak Douglas Elliman juga mengonfirmasi bahwa Zhang pernah bekerja di perusahaan tersebut, tetapi sudah meninggalkannya hampir satu dekade lalu.

Wanying ZhangWanying Zhang Foto: via NY Post

Terbongkar Gara-gara Intai Anak Presiden Taiwan

Di balik aktivitas bisnisnya, Zhang diduga memiliki hubungan dengan sejumlah pejabat pemerintah China.

Berdasarkan dokumen Departemen Kehakiman AS, Zhang pergi ke China pada Juni 2025 dan bertemu pejabat pemerintah setempat. Dalam pertemuan tersebut, ia diduga mendapat tugas mengawasi keluarga pejabat tinggi Taiwan yang tinggal di AS.

Pada 1 September 2025, Zhang bersama seorang rekannya terbang ke kawasan Seattle. Mereka menyewa mobil dan mendatangi kediaman keluarga yang menjadi target pengintaian.

Zhang diduga merekam aktivitas penghuni rumah, mengambil foto, serta mencatat nomor pelat dua kendaraan yang terparkir di depan kediaman tersebut.

"Saya melihatnya, laki-laki muda, itu yang muda," demikian salah satu pesan Zhang kepada pejabat China, sebagaimana tercantum dalam dokumen pengadilan.

Ketika diminta melakukan panggilan suara, Zhang menjawab bahwa dirinya sedang merekam video. Informasi hasil pengintaian itu kemudian diduga dikirimkan kepada kontaknya di China.

Wanying ZhangWanying Zhang saat ditangkap FBI Foto: via NY Post

FBI menduga data tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah China untuk menekan Presiden Taiwan apabila terjadi konflik antara Beijing dan Taipei.

Kasus ini akhirnya berujung pada penangkapan Zhang di LAX, tepat sebelum ia terbang ke Shanghai.

Pemerintah Taiwan mengecam dugaan pengintaian tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk represi lintas negara. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China menyatakan tidak mengetahui kasus Zhang dan menolak tuduhan yang dianggap mencemarkan nama negaranya.

Zhang kini menghadapi dakwaan bertindak sebagai agen pemerintah asing tanpa pemberitahuan yang diwajibkan hukum AS. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Hingga kini, tuduhan terhadap Zhang masih dalam proses hukum dan belum diputuskan oleh pengadilan, demikian dilansir Reuters.

(afr/afr)


TAGS

LIHAT LAINNYA