Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mendorong hubungan Indonesia dan Malaysia ditempatkan sebagai hubungan khusus dua negara serumpun. Bukan sekadar hubungan yang dihitung dari untung-rugi perdagangan.
Hal itu disampaikan Surya saat menerima Wakil Perdana Menteri Malaysia sekaligus Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi beserta rombongan di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (19/9/2026) malam.
Surya menyebut kedatangan Zahid membawa semangat dan energi positif bagi Partai NasDem.
“Kunjungan beliau ke tempat kita ini adalah merupakan kunjungan seperti apa yang dikatakan Ibu Baya tadi, pemberi semangat bagi kita semuanya. Energi positif yang beliau bawa,” kata Surya.
Menurut dia, hubungan Indonesia-Malaysia memiliki kedekatan yang tidak bisa disamakan dengan hubungan Indonesia dengan negara tetangga lainnya.
“Hubungan persaudaraan yang tidak bisa kita samakan antara hubungan kita dengan negara-negara tetangga ataupun negara-negara lainnya yang ada di permukaan bumi,” ujarnya.
Surya menilai Indonesia dan Malaysia perlu menempatkan hubungan kedua negara sebagai lex specialis atau hubungan khusus.
“Adalah satu hal yang salah besar kalau kita tidak menempatkan hubungan Indonesia dengan Malaysia sebagai satu lex specialis,” katanya.
Ia menegaskan hubungan kedua negara tidak semestinya hanya dibangun berdasarkan kepentingan ekonomi.
“Hubungan yang bukan hanya datang dengan pertimbangan-pertimbangan keuntungan rugi semata-mata. Keuntungan rugi itu adalah neraca laba ruginya negara dalam transaksi perdagangan,” ujar Surya.
Menurutnya, hubungan Indonesia-Malaysia memiliki kepentingan yang lebih besar karena kedua negara merupakan bagian dari satu rumpun.
“Tapi jauh lebih besar daripada itu hubungan kedua negara ini adalah merupakan pondasi kekokohan kita. Satu serumpun yang mampu untuk menjaga kebangkitan dan kekuatan bersama daripada kedua negara untuk bisa membangun bangsa Indonesia, membangun bangsa Malaysia,” katanya.