Pakistan Desak AS Terapkan MoU dengan Iran Akhiri Ketegangan Timur Tengah

2026/08/14

Bagikan:

JAKARTA - Pakistan mendesak Amerika Serikat untuk melaksanakan Nota Kesepahaman Islamabad (MoU) secara utuh dan konsisten guna mengakhiri ketegangan yang berlangsung di Timur Tengah, khususnya terkait Iran.

"Pelaksanaan MoU merupakan satu-satunya jalan ke depan untuk menangani isu-isu regional melalui dialog dan diplomasi," ujar Menteri Luar Negeri Ishaq Dar saat bertemu dengan Pejabat Sementara Kedutaan Besar AS Natalie A. Baker di Islamabad, Jumat, 14 Agustus dilansir ANTARA dari Anadolu.

Menurut Kementerian Luar Negeri, dalam pertemuan tersebut Dar juga menegaskan komitmen Pakistan terhadap perdamaian dan keamanan regional.

Keduanya juga membahas hubungan bilateral Pakistan-AS, di sela-sela pembahasan mengenai situasi terkini di kawasan.

Baker memberikan apresiasi atas peran konstruktif Pakistan dalam mendorong perdamaian dan stabilitas regional sembari menyampaikan ucapan selamat Hari Kemerdekaan.

Sementara itu,Dar juga menggelar pembicaraan dengan Komisaris Tinggi Inggris untuk Pakistan, Jane Marriott, mengenai hubungan bilateral, kontak tingkat tinggi, serta perkembangan regional dan internasional.

Ia menekankan pentingnya pelaksanaan penuh MoU dan menegaskan kembali posisi Pakistan dialog dan diplomasi tetap merupakan satu-satunya cara yang layak untuk menyelesaikan isu-isu yang belum terselesaikan.

Amerika Serikat dan Iran sepakat atas gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada April dan kemudian menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni, memulai negosiasi menuju kesepakatan akhir.

Namun, pembicaraan tersebut terhenti karena ketidaksepakatan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur paling strategis untuk pasokan energi global dan perdagangan dunia.

Sejak 8 hingga 24 Juli, AS dan Iran saling melakukan serangan militer, dengan Washington menyerang sejumlah target di dalam wilayah Iran.

Serangan tersebut dibalas Tehran dengan menyerang fasilitas serta peralatan militer AS di beberapa negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+