Bengkulu (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut tingkat literasi keuangan masyarakat Provinsi Bengkulu pada 2026 mencapai 72,36 persen atau berada di atas rata-rata nasional sebesar 69,57 persen.
"Tingkat literasi keuangan masyarakat Provinsi Bengkulu 2026 mencapai 72,36 persen atau melampaui rata-rata nasional sebesar 69,57 persen. Begitu pula dengan tingkat inklusi keuangan kita yang mencapai 93,88 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 93,61 persen," kata Kepala OJK Provinsi Bengkulu Ayu Laksmi Syntia Dewi di Bengkulu, Selasa.
Menurut Ayu capaian literasi keuangan tersebut menunjukkan semakin baiknya pemahaman masyarakat Bengkulu terhadap layanan dan produk keuangan.
Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendukung berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah terealisasi lebih mudah dan lebih baik.
Kemudian, capaian literasi dan inklusi keuangan yang berada di atas rata-rata nasional juga diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan untuk mendukung kegiatan ekonomi secara produktif.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Khairil Anwar mengatakan Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong berbagai program yang dapat meningkatkan literasi, inklusi dan akses keuangan bagi masyarakat.
Salah satunya melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Program PEKA kata dia merupakan langkah nyata dalam menghadirkan manfaat perlindungan sosial ketenagakerjaan yang tidak hanya memberikan rasa aman dan perlindungan bagi pekerja, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kita berharap para penerima manfaat dapat memanfaatkan dukungan yang diberikan secara optimal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta menciptakan peluang ekonomi baru," ujar Khairil.
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.