Siswi memegang buku tabungan seusai membuka rekening pelajar BCA Syariah di MTs Negeri 39 Jakarta, Selasa (19/5/2026). BCA Syariah mencatat pertumbuhan rekening pelajar mencapai 17,3 persen secara tahunan pada Maret 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk mendorong pertumbuhan rekening pelajar, BCA Syariah telah melakukan berbagai inisiatif melalui program berbasis komunitas sekolah, yaitu Saku Sekolah, BCA Syariah Mengajar, dan FrensHub.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai program pembukaan rekening massal bagi masyarakat memiliki nilai strategis untuk keberlanjutan literasi finansial, meski tingkat kepemilikan rekening (account ownership) di Indonesia terus meningkat dan tinggi. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, kepemilikan rekening formal bagi generasi muda sejak usia 17 tahun menjadi entry point penting untuk membangun kebiasaan menabung dan bertransaksi secara aman sejak dini.
“OJK menyambut baik dan mendukung prinsip dasar dari program pemerintah terkait pembukaan rekening massal bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang baru menginjak usia 17 tahun maupun penerima manfaat bansos,” kata Dian dalam jawaban tertulis di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Langkah itu, imbuh Dian, sejalan dengan agenda nasional untuk memperluas inklusi keuangan serta memastikan penyaluran bantuan sosial berlangsung efektif, efisien, transparan, dan tepat sasaran secara direct-to-account.
Namun demikian, ia mengingatkan pembukaan rekening tidak boleh mengabaikan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Perbankan tetap wajib melakukan know your customer (KYC) sesuai ketentuan yang berlaku.
Pembukaan rekening juga dapat dioptimalkan dengan memanfaatkan integrasi data kependudukan (Dukcapil/e-KTP) secara digital yang aman dan tervalidasi.
Menurut Dian, koordinasi antara Pemerintah, Bank Indonesia (BI), OJK, serta industri perbankan sangat diperlukan dalam penyusunan petunjuk teknis serta kerangka regulasi, agar pelaksanaan di lapangan berjalan lancar tanpa menimbulkan kendala operasional bagi industri perbankan.
Untuk diketahui, berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah rekening simpanan mencapai 701,48 juta akun per Juli 2026 atau tumbuh sebesar 8,9 persen secara tahun kalender berjalan (year to date/ytd).
sumber : ANTARA