OJK: Pembukaan rekening massal strategis untuk keberlanjutan literasi

2026/09/12

OJK: Pembukaan rekening massal strategis untuk keberlanjutan literasi

Sabtu, 12 September 2026 12:46 WIB

Image Print

Arsip - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae. (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai program pembukaan rekening massal bagi masyarakat memiliki nilai strategis untuk keberlanjutan literasi finansial, meski tingkat kepemilikan rekening (account ownership) di Indonesia terus meningkat dan tinggi.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, kepemilikan rekening formal bagi generasi muda sejak usia 17 tahun menjadi entry point penting untuk membangun kebiasaan menabung dan bertransaksi secara aman sejak dini.

“OJK menyambut baik dan mendukung prinsip dasar dari program pemerintah terkait pembukaan rekening massal bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang baru menginjak usia 17 tahun maupun penerima manfaat bansos,” kata Dian dalam jawaban tertulis kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Langkah itu, imbuh Dian, sejalan dengan agenda nasional untuk memperluas inklusi keuangan serta memastikan penyaluran bantuan sosial berlangsung efektif, efisien, transparan, dan tepat sasaran secara direct-to-account.

Namun demikian, ia mengingatkan pembukaan rekening tidak boleh mengabaikan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Perbankan tetap wajib melakukan know your customer (KYC) sesuai ketentuan yang berlaku.

Pembukaan rekening juga dapat dioptimalkan dengan memanfaatkan integrasi data kependudukan (Dukcapil/e-KTP) secara digital yang aman dan tervalidasi.

Menurut Dian, koordinasi antara Pemerintah, Bank Indonesia (BI), OJK, serta industri perbankan sangat diperlukan dalam penyusunan petunjuk teknis serta kerangka regulasi, agar pelaksanaan di lapangan berjalan lancar tanpa menimbulkan kendala operasional bagi industri perbankan.

Baca juga: OJK minta bank digital jaga kualitas pertumbuhan usai cetak profit

Untuk diketahui, berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah rekening simpanan mencapai 701,48 juta akun per Juli 2026 atau tumbuh sebesar 8,9 persen secara tahun kalender berjalan (year to date/ytd).

Adapun secara tahunan (year on year/yoy), jumlah tersebut meningkat sekitar 10,10 persen dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 637,15 juta akun.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan mekanisme penyediaan atau pembuatan rekening massal bagi seluruh masyarakat.

Hal itu menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank guna memperkuat inklusi keuangan dan tingkat literasi keuangan di dalam negeri.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran untuk rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat belum final.

“Belum (ditetapkan) sebesar Rp11 triliun. Ini anggarannya masih belum dihitung,” kata Purbaya menjelaskan kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (10/9).

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada Jumat (11/9) mengatakan pemerintah mulai Oktober 2026, membuka rekening baru bagi seluruh masyarakat Indonesia berusia 17 tahun ke atas sebagai sarana penyaluran berbagai bantuan pemerintah.

“Mulai Oktober seluruh rakyat Indonesia usia 17 tahun ke atas akan dibukakan rekening baru di BRI. Dimodali Rp50 ribu. Semua bantuan nanti ke situ, beasiswa, bantuan pangan, bantuan tunai, PKH, segala macam,” kata Zulkifli.

Baca juga: OJK DIY lakukan 89 kegiatan edukasi tingkatkan literasi keuangan

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: OJK: Pembukaan rekening massal strategis untuk keberlanjutan literasi

Pewarta : Rizka Khaerunnisa
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026