OJK Lampung sebut kinerja sektor keuangan nonbank tunjukkan resiliensi
Rabu, 15 Juli 2026 06:27 WIB
Ilustrasi- Salah seorang warga Bandarlampung yang menjadi investor pasar modal menunjukkan grafik perkembangan pasar modal miliknya. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Kinerja sektor keuangan non bank di Provinsi Lampung menunjukkan resiliensi yang tinggi per Maret 2026
Bandarlampung (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung mengatakan kinerja sektor keuangan nonbank di Provinsi Lampung menunjukkan resiliensi yang tinggi di Maret 2026 dengan adanya kinerja positif dari berbagai sektor.
"Kinerja sektor keuangan non bank di Provinsi Lampung menunjukkan resiliensi yang tinggi per Maret 2026, dimana sektor peer to peer (P2P) lending atau platform teknologi finansial mencatatkan outstanding piutang pembiayaan sebesar Rp1,55 triliun," ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Otto Fitriandy berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan adapula kinerja positif dari sektor dana pensiun yang membukukan total aset sebesar Rp199,05 miliar, dan investasi sebesar Rp194,11 miliar.
"Kemudian diikuti dengan perkembangan industri Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dengan total aset mencapai Rp43,39 miliar dan pembiayaan sebesar Rp30,81 miliar," ucap dia.
Selanjutnya untuk modal ventura memiliki total aset sebanyak Rp37,29 miliar, dan kredit yang diberikan sebesar Rp30,06 miliar, serta Pegadaian memiliki total aset sebanyak Rp14,03 miliar.
"Sedangkan pada sektor pasar modal, minat investasi masyarakat Lampung terus menunjukkan tren peningkatan, dimana jumlah investor yang terlihat dari jumlah single investor identification (SID) di Lampung mencapai 203.565 SID," katanya menambahkan.
Menurut dia, dari total 203.565 SID di Provinsi Lampung, nilai transaksi pasar modal mencapai Rp3,22 triliun dan menunjukkan kinerja yang positif dalam mendukung sektor keuangan serta ekonomi daerah.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.