OJK DIY catat kredit pembiayaan selama BIK 2026 capai Rp1,5 triliun

2026/10/18

OJK DIY catat kredit pembiayaan selama BIK 2026 capai Rp1,5 triliun

Minggu, 18 Oktober 2026 13:21 WIB

Image Print

Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Kepala OJK DIY Eko Yunianto, Ketua FKIJK DIY Santoso Rohmad, Kepala Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan memukul kentongan pada puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 Yogyakarta. Minggu (18/10/2026). ANTARA/Hery Sidik.

Yogyakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat capaian inklusi keuangan melalui kredit pembiayaan selama pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dari 1 September sampai 17 Oktober 2026 sebanyak 18.637 debitur dengan total nilai sebesar Rp1,5 triliun.

"Berdasarkan laporan data dari 55 lembaga jasa keuangan di DIY selama periode BIK, kami mencatat pencapaian sangat positif, capaian inklusi keuangan melalui kredit pembiayaan tercatat 18.637 debitur, dengan total nilai Rp1,5 triliun," kata Kepala OJK DIY Eko Yunianto pada Puncak BIK di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, inklusi keuangan tersebut terdiri Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebanyak 13.283 debitur dengan total plafon sebesar Rp718 miliar, kredit pembiayaan melawan rentenir sebanyak 1.479 debitur dengan total plafon sebesar Rp148 miliar.

Kemudian, kredit kepemilikan rumah sebanyak 57 debitur dengan total plafon sebesar Rp94 miliar, kredit lainnya sebanyak 3.818 debitur dengan total plafon sebesar Rp549 miliar.

Untuk capaian inklusi keuangan dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga, kata dia, pembukaan rekening tabungan Simpel mencapai 694.565 rekening, kemudian tabungan anak selain Simpel bertambah 1.891 rekening, dan tabungan Si Muda bertambah 674 rekening.

"Selain itu juga adanya pembukaan rekening tabungan emas ada sebanyak 1.236 rekening, perluasan akses layanan melalui Laku Pandai menghasilkan 815 nasabah baru dan 1.200 rekening baru yang dibuka melalui kanal tersebut," katanya.

Pada sektor pasar modal, kata dia, tercatat ada 1.740 SID saham baru, selain itu ada 733 SID Reksadana baru, dan 727 investor yang melakukan transaksi obligasi dengan nilai penjualan sebesar Rp117 miliar, dan program edukasi pasar modal menjangkau 2.833 peserta.

Dia mengatakan pada sektor perasuransian terdapat 2.776 polis baru yang terdiri dari 276 polis asuransi umum, dan 2.500 polis asuransi jiwa dan asuransi jiwa mikro.

Pada bidang literasi program 'go to school' menjangkau 799 sekolah dengan jumlah 14.129 pelajar, kegiatan edukasi keuangan umum terlaksana 278 kegiatan dengan 7.091 peserta terdiri pelajar, mahasiswa dan guru pelaku UMKM, pedagang, petani ibu rumah tangga, anggota PKK, komunitas, ASN, karyawan, pekerja serta masyarakat umum.

"Angka ini membuktikan tingginya antusiasme masyarakat DIY dan kuatnya sinergi dan kolaborasi terjalin dari seluruh industri jasa keuangan dalam menyediakan layanan yang mudah, murah dan bermanfaat," katanya.

Kegiatan BIK 2026 terselenggara atas sinergi dan kolaborasi antara OJK, Bank Indonesia, Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, Lembaga Jasa Keuangan di wilayah DIY, serta seluruh stakeholder terkait lainnya.

"Kami berharap sinergi dan kolaborasi ini terus kita tingkatkan, agar lebih banyak lagi masyarakat di DIY ini menjadi masyarakat yang 'well-treated' terhadap produk dan layanan lembaga jasa keuangan, sehingga mampu mengambil keputusan keuangan secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab," katanya.

Eko menyebut, berbagai kegiatan yang dilaksanakan sepanjang BIK 2026 adalah kegiatan yang bersifat edukatif dan interaktif terkait dengan keuangan dengan berbagai sasaran kelompok masyarakat yang mencakup dari sisi kegiatan literasi keuangan.

"Kita sudah melakukan edukasi keuangan dan pengenalan produk reksadana kepada kelompok organisasi, komunitas wanita di DIY dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-98 yang dihadiri lebih dari 150 peserta," katanya.

Dia mengatakan, selanjutnya juga edukasi keuangan dengan tema "Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal" kepada himpunan wanita disabilitas Indonesia di DIY yang dihadiri lebih dari 80 peserta.

"Selanjutnya juga edukasi pengenalan Reksadana Syariah kepada komunitas mahasiswa, pelajar, serta wartawan di DIY yang dihadiri 580 peserta," katanya.

Selain itu juga talkshow terkait dengan kripto kepada mahasiswa, akademisi, komunitas, dan pemerintah daerah yang juga dihadiri 230 peserta, kemudian edukasi digitalisasi keuangan kepada pelajar SMA yang dihadiri 130 peserta.

Sementara terkait dengan lomba yang diselenggarakan dalam rangka BIK, yaitu Gen Z Knowledge Battle yang diikuti pelajar tingkat SMA se-DIY yang diikuti oleh 70 peserta, juga ada IJK Idol yang diikuti 30 perwakilan dari lembaga jasa keuangan di DIY.

"Pada puncak BIK 2026 hari ini dilakukan kegiatan senam bersama, juga ada edukasi keuangan, hiburan, dan juga disemarakkan dengan adanya pameran dari lembaga jasa keuangan dan UMKM yang tujuannya adalah memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat luas," katanya.

Lebih lanjut Eko Yunianto mengatakan, berdasarkan hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan 2026, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia adalah 69,57 persen, sementara tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia adalah 93,61 persen.

"Yang patut kita syukuri adalah untuk masyarakat DIY berdasarkan hasil survei tersebut tingkat literasi keuangan mencapai 76,44 persen, atau peringkat tujuh nasional, sedangkan tingkat inklusi keuangannya mencapai 98,74 persen atau peringkat dua nasional," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: OJK DIY catat kredit pembiayaan selama BIK 2026 capai Rp1,5 triliun

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026