Normalisasi Bendung Kedung Gede Bekasi diproyeksikan mengaliri 6.000 hektare sawah - ANTARA News Megapolitan

2026/09/02

Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Normalisasi saluran irigasi Bendung Kedung Gede (BKG) di titik wilayah Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diproyeksikan mampu mengaliri sedikitnya 6.000 hektare lahan sawah produktif setempat yang kini mengalami kekeringan.

"Optimalisasi saluran irigasi BKG berpotensi memberikan manfaat lebih luas. Saluran ini menjadi salah satu sumber utama pengairan lahan pertanian wilayah kami yang secara keseluruhan dapat mengairi hingga 6.000 hektare sawah," kata Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha di Cikarang, Rabu.

Dia mengatakan percepatan normalisasi BKG diharapkan dapat segera mengatasi persoalan kekeringan yang dialami sejumlah lahan persawahan, khususnya yang berada di wilayah desa bagian ujung Kecamatan Pebayuran.

Pekerjaan normalisasi oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta Perum Jasa Tirta (PJT) ini terus dipercepat dan kini telah mencapai progres 50 persen.

"Hari ini sudah berjalan hampir kurang lebih di minggu kedua, terus progresnya kurang lebih sekarang sudah 50 persen. Diperkirakan dalam jangka waktu satu bulan ke depan sudah bisa diselesaikan," ujar Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi Henri Lincoln.

Ia menjelaskan pengerjaan normalisasi secara teknis menggunakan dua unit ekskavator yang bekerja dari sisi tanggul timur dan barat. Masing-masing alat berat menangani satu sisi tanggul untuk mengoptimalkan proses pengerukan dan peninggian agar debit air berjalan lancar serta tanggul menjadi kokoh.

BBWS memberikan dukungan bahan bakar minyak (BBM) sementara PJT menanggung keseluruhan kebutuhan operasional satu unit alat berat milik mereka, termasuk bahan bakar dan operator.

"Normalisasi ini dilakukan sepanjang 10 kilometer dari titik SS BKG 15 sampai BKG 25. Untuk BKG 26 hingga 34 sudah dituntaskan," kata Henri.

Di sisi lain, Hasyim kembali menyampaikan harapan agar normalisasi tidak berhenti pada pengerukan saja melainkan turut disertai kegiatan pemeliharaan saluran irigasi secara rutin oleh instansi berwenang agar persoalan sedimentasi maupun pertumbuhan tanaman gulma air tidak kembali menghambat aliran.

"Harapan kami dari dua instansi ini tidak hanya mengatur debit air saja tapi melakukan pemeliharaan saluran irigasi tersebut. Supaya jangan sampai banyak tumbuh lagi tumbuhan eceng gondok yang akhirnya kemudian bisa menjadi sedimentasi berujung menghambat laju air," ucapnya.

Hasyim mengaku sebagian petani kini sudah memulai masa perawatan usai tahap penanaman namun sebagian besar dari mereka belum dapat menanam akibat terkendala pasokan air sehingga normalisasi BKG sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas produksi sektor pertanian.

"Harapan kami di Pebayuran tentu normalisasi ini segera tuntas dan setelahnya aliran air kembali optimal agar petani yang masih terdampak kekeringan dapat segera memulai masa tanam kedua. Kalau air masuk, petani baru bisa memulai menanam kembali," kata dia.

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.