Nabire (ANTARA) - Program pendidikan gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menjangkau lebih dari 64.000 pelajar dan mahasiswa pada tahun ini.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa di Nabire, Senin, mengatakan program tersebut merupakan upaya pemerintah daerah memastikan keterbatasan biaya tidak menjadi hambatan bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan.
“Pemprov Papua Tengah tahun ini membiayai lebih dari 58.000 siswa SMP, SMA, SMK, SLB, dan asrama sekolah dan sekitar 6.000 mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di berbagai daerah,” katanya.
Ia mengatakan program pendidikan gratis tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan akses pendidikan sekaligus mengurangi risiko anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
Ia mengatakan pembiayaan juga mencakup sekolah-sekolah berasrama serta mahasiswa Papua Tengah yang menempuh pendidikan di luar negeri.
Untuk mahasiswa di luar negeri, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar per tahun melalui skema hibah.
Ia mengatakan perluasan akses pendidikan juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Karena itu, pemerintah daerah memberikan dukungan sertifikasi kepada guru sekaligus tambahan insentif.
“Selama 2 tahun ini kita juga membiayai 1.800 guru untuk mendapatkan sertifikat, sehingga guru bisa mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dengan tambahan insentif,” katanya.
Ia berharap seluruh program pendidikan yang disiapkan pemerintah daerah dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa, mahasiswa, guru dan sekolah penerima manfaat.
"Kami ingin anak-anak Papua Tengah tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kejujuran, integritas, dan semangat untuk terus maju," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pendidikan gratis Papua Tengah jangkau 64.000 pelajar dan mahasiswa
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.