Jakarta -
Saat ibadah di masjid biasanya ada sumbangan makanan dari jemaah. Namun pilihan menunya ternyata bisa dinyinyiri, seperti ketika wanita ini menyumbang nasi lemak.
Setiap orang punya cara sendiri untuk berbuat kebaikan tanpa mengharapkan balasan. Namun ternyata, tidak semua usaha tulus itu dihargai oleh orang-orang sekitar.
Contoh saja kisah wanita di Malaysia ini yang membagikan pengalamannya dan sang ibu. Dikutip dari mStar (21/7), mereka diketahui menyumbang nasi lemak untuk dibagi-bagi di masjid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut wanita anonim tersebut, selepas salat Isya, dia dan ibunya mendengar obrolan jemaah wanita. Ternyata mereka mempermasalahkan makanan yang disediakan.
"Semalam ibu saya membuat nasi lemak untuk dibagikan di masjid dekat rumah. Setelah salat Isya, saya dan ibu dengar jemaah perempuan bilang 'siapa juga yang makan nasi lemak malam-malam'," kata wanita tersebut.
Dalam curhatan di media sosial, ia juga menceritakan kalau jamaah tersebut bilang, "'Orang nggak makan lah nasi lemak ini'."
Ia dan ibunya saling berpandangan. Mereka kaget dengan kata-kata yang keluar dari para jemaah wanita.
"Saya lihat ibu saya, ibu saya melihat saya sambil mengangkat alis. Tak baik betul orang itu. Kasihan ibu saya sudah lelah buat nasi lemak untuk menu makan jemaah," lanjut wanita tersebut.
Ia mengaku ingin marah, tapi berujung sabar menghadapi situasi yang membuatnya kesal. Unggahan itu pun mengundang banyak komentar netizen.
Rata-rata menghargai usaha wanita tersebut dan ibunya yang sudah berkorban bikin nasi lemak. Lalu banyak netizen juga bilang kalau nasi lemak bisa dimakan kapan saja, tak perlu pagi atau siang hari.
"Untuk jemaah pria, dalam sekejap nasi lemak bakal habis. Makan nasi lemak malam-malam itu enaknya double. Cuekin saja mulut-mulut toxic. Ibu kamu malah dapat pahala lebih," sahut seorang netizen.
"Nasi lemak itu menu paling mudah karena disukai semua orang. Keluarga saya pun biasa kasih nasi lemak untuk sumbangan makanan ke masjid. Tak pernah lagi kasih ayam panggang dan salad," celetuk netizen lain.
(adr/adr)