Nanik Pilih Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, tapi Masih Jabat Komisaris Pertamina

2026/07/22

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:04 WIB

Jakarta, VIVA – Nanik S Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena alasan kesehatan. Keputusan itu diambil setelah ia mengalami gangguan jantung dan berencana menjalani pengobatan ke luar negeri.

Baca Juga

Nanik baru sekitar 1,5 bulan memimpin BGN sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 Juni 2026 di Istana Negara, Jakarta. Pengunduran dirinya diumumkan melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu 22 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam unggahannya, Nanik mengaku telah menyampaikan langsung keinginannya kepada Presiden Prabowo untuk mundur demi fokus menjalani pemulihan.

Baca Juga

"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya," tulis Nanik.

Ia mengatakan Presiden Prabowo menerima keputusan tersebut karena prihatin terhadap kondisi kesehatannya. Meski demikian, Nanik diminta tetap ikut mengawasi jalannya BGN.

Baca Juga

"Karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," ujarnya.

Nanik mengaku keputusan meninggalkan jabatan itu bukan hal mudah. Pada hari yang sama, ia juga berangkat ke luar negeri untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Menurutnya, langkah tersebut bukan karena meragukan kemampuan dokter di Indonesia, melainkan untuk memperoleh pendapat medis kedua.

"Ini bukan karena tidak percaya dokter yg hebat di Indonesia, tapi untuk second opinion dan kebetulan ada kawan yang merekomendasikan di tempat yang mau saya tuju," katanya.

Di tengah pengunduran dirinya dari BGN, Nanik masih tercatat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero). Jabatan tersebut diembannya sejak 12 Juni 2025 berdasarkan keputusan Menteri BUMN untuk memperkuat fungsi pengawasan dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Sebelumnya, Nanik mengungkap hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya sumbatan pada arteri jantung. Ia menyebut kolesterol tinggi dan tekanan pekerjaan selama memimpin BGN menjadi faktor yang memicu kondisinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Menurut dokter saya ada sumbatan di arteri jantung yang selain karena kolesterol tinggi, juga dipicu juga oleh stres yang luar biasa," tulis Nanik.

Ia mengaku tekanan terbesar berasal dari tanggung jawab mengelola anggaran negara dalam jumlah besar. Karena itu, setiap dokumen penting tidak pernah ditandatangani sendiri dan selalu melalui pemeriksaan serta paraf dua wakil kepala.

Halaman Selanjutnya

"Saking takutnya saya memegang anggaran besar, sampai tanda tangan apapun saya tidak mau sendiri harus dua Waka ikut paraf," ujarnya.