Muzani: Mari Bangun Budaya Politik dan Demokrasi yang Lebih Beradab

2026/08/14

Ayu Rachmaningtyas

| 14 Agustus 2026, 13:24 WIB

Muzani: Mari Bangun Budaya Politik dan Demokrasi yang Lebih Beradab

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dalam pidato sidang tahunan MPR RI tahun 2026, di Gedung DPR/MPR RI, Jumat (14/8/2026). - Akurat.co/Endra Prakoso

AKURAT.CO Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menekankan agar seluruh rakyat Indonesia dapat membangun budaya politik yang beradab. Menurutnya, politik beradab ialah bercirikan keras dalam memberi gagasan namun santun dalam penyampaian.

"Karena itu, marilah kita membangun budaya politik yang lebih beradab, yang berciri keras dalam gagasan, tapi santun dalam penyampaian, teguh dalam pendirian, tapi terbuka terhadap musyawarah, berani mengkritik, tapi tidak kehilangan penghormatan kepada sesama," kata Muzani, dalam sidang tahunan MRP RI tahun 2026, di Gedung DPR/MPR RI, Jumat (14/8/2026).

Dia menyatakan, Indonesia telah memilih jalan demokrasi dalam mengelola aspirasi dan pandangan yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut hendaknya disampaikan dengan budi dan bahasa yang baik.

Baca Juga: 8.095 Personel Gabungan Amankan Pidato Kenegaraan Presiden di DPR

Seperti yang dituliskan dalam potongan sajak pujangga besar Melayu dari Pulau Penyengat, Raja Ali Haji, dalam Gurindam Dua Belas. "Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa."

Menurutnya, demokrasi tidak akan menjadi lebih kuat karena masyarakatnya saling keras dan mencela. Namun sebaliknya, demokrasi akan menjadi kuat jika kebebasan berbicara disertai tanggung jawab.

Baca Juga: Prabowo Kenalkan Joko Purnomo, Petani Asal Ngawi Penerima Manfaat Program Pemerintah

Dia juga menyinggung kemajuan teknologi yang memperluas ruang demokrasi. Di mana semua masyarakat dapat menyampaikan informasi, pendapat dan terlibat dalam setiap proses komunikasi termasuk perdebatan politik.

Namun di ruang yang sama narasi kebencian, kabar bohong juga dapat merambah luas dengan kemajuan teknologi tersebut. Maka diharapkan masyarakat dapat saling menjaga tanpa merendahkan satu sama lain.

"Kita tidak boleh membiarkan ruang publik dipenuhi bahasa yang merendahkan martabat manusia. Kita tidak selayaknya membiarkan perbedaan politik merusak persahabatan, memecah keluarga, atau menanamkan kebencian di antara sesama anak bangsa," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Ayu Rachmaningtyas

S

Jalan Sore Bareng Anabul Naik Level, Sunset Pier PIK 2 Jadi Tempat Nongkrong Baru Pet Lovers

Kereta Api Terguling di Inggris, 11 Orang Terluka

Jawaban Menohok Putri Anne Soal Keyakinan hingga Rencana Menikah Lagi