Liputan6.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta memastikan kerja sama dengan pelatih Jean-Paul van Gastel berlanjut untuk BRI Super League 2026/2027. Manajemen menilai kesamaan visi menjadi alasan utama mempertahankan pelatih asal Belanda tersebut.
Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, menyebut nilai integritas yang dipegang Van Gastel sejalan dengan arah klub. Menurutnya, keselarasan nilai memudahkan manajemen dan pelatih bekerja pada target yang sama.
Musim kedua Van Gastel di PSIM diharapkan membuat Naga Jawa terbang lebih tinggi. Keputusan ini diambil sembari menatap persaingan yang lebih ketat di kasta tertinggi Liga Indonesia.
Integritas Jadi Dasar Kepercayaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515636/original/008011900_1772182504-WhatsApp_Image_2026-02-26_at_23.58.49.jpeg)
Perbesar
Liana menegaskan integritas yang dimaksud bukan sekadar tulisan di dinding, melainkan komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi PSIM. Ia ingin seluruh elemen tim bergerak dalam tujuan yang sama ketika memasuki kompetisi.
"Bagaimana caranya supaya PSIM datang untuk menang dan selalu bisa menjadi kebanggaan bagi banyak orang. Memang tidak mudah, tapi setidaknya value kami sama. Kalau nilai dasarnya sudah sama, perjalanan ke depan akan jauh lebih enak," katanya.
"Puji Tuhan saya bisa berjodoh dengan coach Jean-Paul van Gastel. Saya menilai beliau punya visi yang sama dengan PSIM, terutama soal integritas," ujar Liana Tasno.
"Setiap orang punya nilai yang berbeda-beda. Ada yang suka fashion, ada yang suka kuliner. Tapi yang paling penting saya dan coach JP punya satu kesamaan, yaitu integritas," imbuh wanita berusia 43 tahun itu.
Kesamaan visi tersebut menjadi salah satu pertimbangan manajemen memberikan kepercayaan kepada Van Gastel untuk semusim ke depan.
Penyusunan Skuad Melibatkan Tim Lengkap
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5315861/original/016856500_1755174118-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__55_of_75_.jpg)
Perbesar
Liana meluruskan anggapan bahwa pembentukan skuad merupakan keputusan tunggal pelatih. Ia menekankan proses perekrutan dilakukan melalui diskusi dan komunikasi sejumlah pihak yang terlibat.
"Sekali lagi tolong diluruskan di media, karena saya tidak pernah mengatakan bahwa saya mempercayakan 100 persen kepada coach Jean-Paul sendiri. Itu salah," papar Liana Tasno.
"Coach JP membangun skuad ini bersama satu tim. Ada asisten pelatih, analis, tim scouting, kemudian juga diperbantukan oleh Mas Iksan sebagai manajer tim dan coach Guntur Cahyo. Jadi coach JP sudah diperkuat oleh tim yang lengkap."
Liana juga menilai kapasitas teknis sang pelatih sangat membantu dalam penyusunan tim, terutama pada aspek kepemimpinan di lapangan maupun ruang ganti.
"Kalau bicara secara teknis, saya memang percaya kepada coach JP. Selama bekerja dengan beliau, saya melihat beliau adalah pelatih yang sangat cerdas dalam menyusun skuad, terutama dalam hal leadership. Itu sangat penting di dalam sebuah tim," pungkasnya.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
Perkiraan Starting XI Liverpool: Andoni Iraola Tetap Andalkan Isak, Araujo Cuma Pelapis