MUI: Buku ‘Islam ala Prabowo’ Bukan Produk MUI |Republika Online

2026/09/10

Wakil Ketua MUI, KH Cholil Nafis menyampaikan tausiyah dalam acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At-Thohir di Cimanggis, Depok, Kamis (31/12/2025). Kegiatan Dzikir Nasional Republika kali ini mengangkat tema Demi Masa, Semoga Kita Bukan Termasuk Orang yang Merugi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan buku "Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam" bukan merupakan produk, program, maupun kegiatan MUI. Penegasan tersebut disampaikan untuk meluruskan polemik mengenai keterkaitan MUI dan Ketua Umum MUI dengan buku tersebut.

"Buku Islam Ala Prabowo bukan merupakan program, kegiatan, maupun produk MUI," demikian pernyataan Dewan Pimpinan MUI yang ditandatangani Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis dan Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan dikutip pada Kamis (10/9/2026).

Dalam pernyataan resmi bernomor Kep-97/DP-MUI/IX/2026 tertanggal 10 September 2026 tersebut, MUI menyatakan buku tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak yang menerbitkan dan menulisnya. Karena itu, seluruh isi, pandangan, narasi, serta proses penerbitannya tidak dapat diposisikan sebagai bagian dari produk MUI. 

"MUI memandang persoalan ini perlu disikapi secara jernih, proporsional, dan mengedepankan prinsip tabayyun," tulis MUI. 

MUI menjelaskan, buku "Islam Ala Prabowo" diluncurkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI pada 26 Agustus 2025. Perkembangan polemik mengenai buku tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya terkait nama MUI dan Ketua Umum MUI. 

Terkait kehadiran Ketua Umum MUI KH M Anwar Iskandar dalam kegiatan tersebut, MUI memberikan penjelasan mengenai konteks kehadirannya. Menurut MUI, Kiai Anwar Iskandar hadir dalam Rakornas Baznas RI sebagai pembaca doa.

Karena itu, MUI meminta kehadiran Ketua Umum MUI tersebut ditempatkan sesuai konteks kegiatan. Kehadirannya, menurut MUI, tidak dapat ditafsirkan sebagai bentuk pengakuan bahwa buku "Islam Ala Prabowo" merupakan produk MUI.