MTI dorong Tol Palindra evaluasi sistem peringatan dini kabut asap
Minggu, 6 September 2026 16:18 WIB
Ketua Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol Pengurus Pusat MTI, M. Alkautsar. ANTARA/HO/MTI
Palembang (ANTARA) - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendorong pengelola Tol Palembang - Indralaya (Palindra) mengevaluasi early warning system atau sistem peringatan dini guna memitigasi bahaya kabut asap.
Ketua Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol Pengurus Pusat MTI, M. Alkautsar dalam keterangannya yang diterima di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, mengatakan hal tersebut untuk mengantisipasi kecelakaan beruntun seperti peristiwa Bus DAMRI dan ALS, pada Sabtu (5/9) akibat kabut asap terjadi lagi.
Ia menegaskan bahwa sistem keselamatan di jalan dengan kendaraan berkecepatan tinggi tidak boleh bersifat reaktif, melainkan harus bekerja secara terukur sebelum risiko berubah menjadi insiden.
“Penurunan visibilitas beberapa detik saja dapat meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan. Early warning system harus bekerja sebelum risiko berubah menjadi insiden,” katanya.
Ia menjelaskan kemunculan dugaan kabut asap yang memicu penurunan jarak pandang ekstrem tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa.
MTI menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan sistem mitigasi risiko, bukan sekadar melimpahkan kesalahan pada faktor pengemudi.
Menurut dia, pengelola jalan tol harus memiliki parameter keselamatan yang jelas dan terukur saat menghadapi gangguan visibilitas.
Parameter tersebut mencakup kepastian batas aman jarak pandang, mekanisme penyesuaian kecepatan kendaraan, optimalisasi informasi pada Variable Message Sign (VMS), peningkatan patroli, hingga prosedur diskresi penutupan sementara ruas tol jika kondisi dinilai membahayakan.
Guna memastikan mitigasi berjalan efektif di lapangan, Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI mendorong penguatan evaluasi koordinasi lintas instansi, melibatkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), BUJT, kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemerintah daerah setempat.
Langkah ini diharapkan menjadi standar baku pencegahan, tidak hanya untuk Tol Palindra tetapi juga sebagai alarm peringatan bagi seluruh jaringan jalan tol di wilayah Sumatra yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kebakaran lahan.
Selain evaluasi teknis operasional, MTI juga mendorong agar mitigasi kabut asap dan kebakaran lahan secara resmi dimasukkan ke dalam evaluasi penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol, khususnya pada aspek keselamatan dan penanganan kondisi darurat.
“Keselamatan pengguna harus menjadi ukuran utama. Jalan tol tidak cukup hanya lancar dan memiliki infrastruktur yang baik, tetapi harus mampu membaca risiko dan meresponsnya sebelum menimbulkan korban. Peristiwa Palindra harus menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar dicatat sebagai statistik kecelakaan,” ujarnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: MTI dorong Tol Palindra evaluasi sistem peringatan dini kabut asap
Pewarta: M. Imam Pramana
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026