PT MRT Jakarta (Perseroda) membidik investor Singapura untuk mengembangkan sejumlah aset di kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD), mulai dari Blok M hingga Lebak Bulus.
Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta M. Iqbal Bimo Arifianto mengatakan penjajakan investasi tersebut dilakukan melalui TOD Investment Forum yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, Surbana Jurong Group, dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Singapore.
"Kita sudah menawarkan opsi-opsi aset," kata Iqbal dalam Media Fellowship Program bertajuk Mengelola Aset, Menghidupkan Kawasan, Membangun Kota di Jakarta, Kamis (24/9).
Forum itu menyasar calon investor, terutama dari kawasan Asia Tenggara. MRT Jakarta menawarkan sejumlah opsi aset untuk dikembangkan melalui investasi. Digelar sejak Kamis (24/9), acara mengusung tema From Singapore to Jakarta: Capitalizing on Urban Density and Connectivity.
Menurut Iqbal, aset yang ditawarkan antara lain berada di Blok M, kawasan Kota, dan Lebak Bulus. Ia belum membeberkan nilai investasi yang ditargetkan dari pertemuan bisnis itu.
Kelima proyek besar yang ditawarkan kepada investor di Singapura, di antaranya Kali Besar Heritage, Ultimate Development Blok M, Blok M Interchange, XGL Mixed Use, serta Lebak Bulus Interchange Bus Termininal, Park and Ride.
Selain memperoleh investasi untuk pengembangan kawasan, MRT Jakarta juga mengincar transfer pengetahuan dari investor dan mitra asing. Pengetahuan itu diharapkan dapat membantu Jakarta mempelajari cara negara atau kota lain mengembangkan kawasan.
"Investor luar itu tidak hanya membantu membangun Jakarta, juga membantu dalam hal transfer of knowledge," kata Iqbal.
Dalam TOD Investment Forum di Singapura, MRT Jakarta juga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diwakili Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) Jakarta yang berfokus pada pengembangan kawasan TOD.
MRT Jakarta, lanjut Iqbal, saat ini berupaya mempersiapkan diri agar lebih menarik bagi investor, khususnya investor dari luar negeri.
Menurut dia, pengalaman pengembangan kawasan oleh investor asing nantinya diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga pengetahuan yang dapat diterapkan dalam pengembangan kawasan di Jakarta.
Persiapkan Proyek Besar di Blok M
Salah satu aset yang disiapkan untuk pengembangan TOD adalah kawasan Blok M. MRT Jakarta menyiapkan pengembangan besar kawasan tersebut menjadi kawasan mixed-use melalui proyek yang disebut Ultimate Development Blok M.
Menurut Bimo, konsep yang disiapkan untuk Blok M Ultimate akan mengacu pada prinsip transit-oriented development(TOD), yakni pengembangan kawasan yang mengintegrasikan berbagai fungsi di sekitar simpul transportasi.
"Mungkin kalau kami lihat di mana di Hong Kong, di situ semua tuh hidup, tapi itu lah apa yang akan kita lakukan, revitalisasi selalu berbasis mixed-use gitu, semuanya harus ada, semua harus ada di situ," kata Bimo.
Bimo memberikan sejumlah gambaran mengenai konsep yang disiapkan untuk pengembangan Blok M Ultimate.
Pertama, Skybridge Blok M Direct Link, yaitu jalur penghubung antara Stasiun MRT Blok M, Blok M Hub, dan terminal bus. Jalur ini akan memudahkan perpindahan penumpang dari satu moda transportasi ke moda lainnya.
Kedua, Grand Hub Façade, yang akan memberikan tampilan dan karakter baru bagi Blok M Hub sebagai kawasan mixed-use yang terintegrasi dengan fasilitas transportasi.
Ketiga, Bridging Nature and Urban Activity, yang menghubungkan ruang dalam dan luar melalui koridor hijau, sehingga memungkinkan aktivitas masyarakat tetap berlangsung di ruang terbuka, bukan hanya di dalam bangunan.
Keempat, The Landscape and Third Space, yang menghadirkan ruang publik baru seperti taman dan amphitheater, serta menghubungkan area-area di berbagai tingkat kawasan.
Rencana pengembangan tersebut sejalan dengan potensi Blok M Hub yang terus berkembang sebagai pusat aktivitas masyarakat. Saat ini, Blok M Hub mencatat rata-rata kunjungan sekitar 25.000 orang per hari.
Aktivitas di kawasan tersebut juga terus didorong melalui berbagai acara dan kegiatan tematik, dengan lebih dari 100 hari aktivasi sepanjang tahun. Perkembangan Blok M Hub turut ditopang oleh kolaborasi dengan pelaku usaha lokal. Saat ini, terdapat 242 tenant usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjalankan kegiatan usaha di kawasan tersebut. Selain itu, Blok M Hub juga menjalin kerja sama hak penamaan atau naming rights dengan Gojek.