MPR minta pemerintah memperkuat pembelajaran adaptif hadapi bencana

2026/08/24

MPR minta pemerintah memperkuat pembelajaran adaptif hadapi bencana

Senin, 24 Agustus 2026 22:33 WIB

Image Print

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. ANTARA/HO-MPR RI

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah membangun mekanisme pembelajaran yang adaptif di sejumlah wilayah guna menjamin keberlangsungan pendidikan di tengah ancaman bencana alam yang melanda di tanah air.

Menurut dia, Indonesia adalah negara yang berada di kawasan rawan bencana sehingga sistem pendidikan harus bisa beradaptasi dengan kondisi-kondisi yang tak terduga itu dan bukan hanya reaksi sesaat.

"Pembangunan sistem pendidikan yang responsif terhadap ancaman bencana harus diwujudkan," kata Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat, di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan rentetan bencana alam yang melanda Indonesia dalam sepekan terakhir, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan hingga gempa bumi dahsyat di Nusa Tenggara Timur, kembali menguji ketahanan sektor pendidikan nasional.

Maka dari itu, pemerintah perlu segera menjawab tantangan teknis pembelajaran darurat di tengah kondisi pasca bencana.

Dengan begitu, menurut Rerie, kegiatan belajar dan mengajar tetap berlangsung guna memastikan hak anak tidak terlupakan di tengah krisis.

Menurut dia, data yang ada saat ini menunjukkan urgensi untuk menghadirkan mekanisme pembelajaran yang adaptif dalam merespons tantangan yang beragam.

Rerie menyampaikan bahwa Peta Risiko Bencana BNPB 2023 mencatat terdapat lebih dari 70.000 satuan pendidikan dari PAUD hingga SMA/SMK yang berada di wilayah berpotensi bencana dengan risiko bahaya sedang hingga tinggi.

Bahkan, UNICEF menempatkan Indonesia dalam 50 negara dengan anak-anak paling berisiko terdampak perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

Untuk itu, tambah Rerie, penerapan protokol pembelajaran darurat di wilayah terdampak bencana perlu mengedepankan keselamatan pengajar dan peserta didik, hak belajar murid terpenuhi, serta pemulihan pascabencana yang terencana untuk terus disempurnakan.

Dia juga berharap sejumlah kebijakan tersebut menjadi momentum untuk membangun sistem jangka panjang dalam mengantisipasi sejumlah tantangan berbagai potensi bencana di tanah air.

"Kesiapan SDM, penguatan kurikulum adaptif, dan peningkatan literasi kebencanaan bagi pengajar harus segera direalisasikan. Ini bukan hanya tentang bagaimana belajar saat bencana, tapi bagaimana kita memastikan masa depan anak bangsa tidak terhenti oleh bencana," katanya.

Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026