Momen Presiden Iran ‘Bullying’ Trump Saat Pidato di PBB

2026/09/24

Kamis, 24 September 2026 - 11:00 WIB

VIVA –Kehadiran Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menjadi sorotan saat berpidato di hadapan Majelis Umum PBB di New York, Amerika Seriat Rabu waktu setempat. Dalam pidatonya, Pezeshkian sempat menyinggung tentang ancaman Donald Trump untuk memusnahkan Iran dalam pidatonnya sehari sebelumnya. 

Baca Juga

Diungkap Pezeshkian, awalnya dia telah menyiapkan pernyataan yang berbeda sebelum mendengar pidator Trump di PBB Selasa kemarin. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Presiden Amerika Serikat menyebut kami sebagai teroris. Padahal, kami adalah korban terorisme. Lihatlah anak-anak ini. Mereka tewas di bawah bom dengan senjata yang digunakan Amerika Serikat dan Israel," kata Pezeshkian sambil menunjukkan foto anak-anak yang tewas dalam serangan udara terhadap sebuah sekolah di Minab, Iran selatan dikutip dari laman The Washington Post, Kamis 24 September 2026. 

Baca Juga

Laporan PBB pekan lalu menyebut Amerika Serikat mungkin telah melakukan kejahatan perang dalam serangan tersebut. Namun, pemerintahan Trump membantah tudingan itu.

Menurut Pezeshkian, ketidakadilan seperti itu membuat Iran harus menunjukkan kekuatannya di panggung dunia.

Baca Juga

"Iran harus menjadi negara yang kuat agar tidak diancam dan masa depannya tidak berada di bawah ancaman. Dunia tanpa kekuatan adalah dunia yang berbahaya. Namun, dunia yang hanya memahami bahasa perang dan intimidasi juga tidak akan aman," kata dia. 

Pezeshkian juga menyinggung program nuklir Iran yang menjadi salah satu persoalan utama dalam perundingan. Ia menyebut teknologi nuklir untuk tujuan damai sebagai hak yang melekat pada Iran. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir, mengulangi sikap yang selama ini disampaikan pemerintahannya.

"Kami siap berdialog, berdiplomasi, dan berunding, tetapi tanpa menerima bahasa kekerasan," katanya, sekaligus membuka peluang untuk melanjutkan pembicaraan damai.

Para pejabat Iran Gencar Lakukan Serangkaian Pertemuan Diplomatik di New York

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Selasa, pejabat pemerintahan Trump menggelar pertemuan pertama dengan pihak Iran sejak Juni. Pejabat Iran mengatakan Qatar dan Pakistan bertindak sebagai mediator dalam pertemuan tersebut.

"Kami melakukan pembicaraan panjang dengan delegasi Iran melalui para mediator, yang terus berpindah antara kedua pihak sepanjang hari," kata utusan AS Steve Witkoff dalam unggahan di X. 

Halaman Selanjutnya

Ia berharap pembicaraan tersebut akan menghasilkan sesuatu yang konstruktif dan menjanjikan. Para mediator akan melanjutkan upaya mereka.