Model AI China Kuasai Dunia, Ini 5 Daftar AI Paling Populer

2026/08/07

Jakarta, CNN Indonesia --

Berbagai modelĀ kecerdasan buatan (AI) asalĀ China mulai menguasai dunia. Hal ini terbukti dari lima AI terpopuler di dunia semuanya berasal dari negeri Tirai Bambu.

Platform AI, OpenRouter, merilis peringkat penggunaan model AI mingguan terbarunya. Hasilnya, lima posisi teratas dikuasai penuh oleh model-model yang dikembangkan oleh perusahaan asal China.

Pengamat industri menilai tren ini menegaskan pesatnya kebangkitan perusahaan teknologi asal China di sektor AI, meski Amerika Serikat terus berupaya membendung perkembangan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merujuk data OpenRouter, lima posisi teratas ditempati oleh model AI buatan China. Di peringkat pertama ada model V4 Flash milik DeepSeek, dengan total penggunaan mencapai 7,22 triliun token. Posisi berikutnya secara berurutan adalah MiMo V2.5 milik Xiaomi, Hy3 dari Tencent, V4 Pro dari DeepSeek, serta GLM 5.2 buatan Z.ai.

Melansir Global Times pada Senin (3/8), peringkat ini diukur berdasarkan total penggunaan token di platform, melingkupi token prompt maupun completion yang diproses oleh masing-masing model.

Selain menawarkan efisiensi biaya, kelima model AI tersebut juga menampilkan keunggulannya masing-masing. Dua model buatan DeepSeek yang berada di peringkat pertama dan keempat saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan pengembangan yang berbeda.

Versi andalannya, V4 Pro, memiliki performa yang setara dengan model closed-source terkemuka dari luar negeri dalam menangani pemrograman maupun tugas-tugas AI agent yang kompleks.

Ciri khas lain dari model-model ini adalah lonjakan peringkat yang sangat cepat sesaat setelah dirilis. Pembaruan API untuk pengujian publik DeepSeek V4 Flash baru dibuka pada hari Jumat, sementara Hy3 milik Tencent yang berada di posisi ketiga baru resmi menjadi open-source pada 6 Juli.

Sementara itu di Hugging Face, komunitas AI open-source terbesar di dunia, model open-source besutan China juga mencatatkan total unduhan tertinggi secara global. Kimi K3 menduduki peringkat pertama dengan 968.000 unduhan dan 9.770 likes, disusul ketat oleh DeepSeek V4 Flash.

Direktur Jenderal Asosiasi Teknologi Aplikasi Konsumsi Informasi Modern Zhongguancun, Xiang Ligang, menyatakan bahwa peringkat terbaru ini menunjukkan ekspansi cepat model bahasa besar (LLM) China ke pasar global, sekaligus membuktikan makin luasnya pengakuan dari para pengembang dan pengguna internasional.

Menurutnya, upaya AS yang terus memperketat pembatasan teknologi, kontrol ekspor, serta langkah penekanan lainnya gagal memperlambat laju inovasi AI dari China. Persaingan di industri AI bukan sekadar adu canggih teknologi individu atau kemampuan cip semata, melainkan kompetisi menyeluruh yang melibatkan algoritma, data, daya komputasi, ekosistem aplikasi, hingga ketersediaan talenta.

Menurut Xiang, China memiliki sumber daya data yang sangat besar, ekosistem manufaktur yang lengkap, serta skenario penerapan yang beragam. Hal ini memungkinkan model-model AI berukuran besar diterapkan dengan cepat di berbagai sektor, seperti keuangan, manufaktur, transportasi, hingga pelayanan kesehatan.

Menurut laporan Xinhua, hingga akhir tahun 2025, China sudah memiliki lebih dari 6.000 perusahaan AI, dengan skala industri AI inti yang diperkirakan melampaui 1,2 triliun yuan, melonjak hampir 30 persen secara tahunan. Akumulasi unduhan global untuk model AI open-source buatan China telah menembus angka 10 miliar.

China juga menjadi pemegang paten AI terbesar di dunia dengan porsi mencapai 60 persen dari total global.

Di saat yang sama, pendekatan open-source yang aktif diterapkan perusahaan-perusahaan China turut menurunkan hambatan adopsi teknologi. Langkah ini menarik minat para pengembang global untuk berpartisipasi, sekaligus memperkuat pengaruh internasional dari model AI asal China.

"Meski pembatasan eksternal dapat menimbulkan hambatan jangka pendek, tekanan tersebut justru mempercepat kemandirian teknologi perusahaan-perusahaan China dan mendorong terbentuknya rantai industri AI yang lebih solid dengan ekosistem inovasi yang terbuka," kata Xiang.

(dmi)

[Gambas:Video CNN]