Liputan6.com, Jakarta - Memiliki mobil listrik kini tidak lagi diposisikan sebatas pengeluaran jangka panjang. Pabrikan otomotif asal Vietnam, VinFast, menghadirkan pendekatan baru lewat program "Sewa Jadi Cuan" (Rent-to-Earn) yang memungkinkan kendaraan listrik dimanfaatkan sebagai aset produktif untuk menghasilkan pendapatan.
Program inovatif tersebut diperkenalkan dalam sesi VinTalks di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani, menjelaskan bahwa program Rent-to-Earn merupakan salah satu pilar utama dalam kampanye Drive Worry-Free yang diusung VinFast di GIIAS 2026.
"Lewat Business Confidence, kami punya program Rent-to-Earn. Jadi, konsumen dapat memiliki kendaraan listrik sekaligus menghasilkan uang bekerja sama dengan platform GSM," ujar Rinaldi dikutip Selasa (4/8/2026).
Ia menambahkan, VinFast ingin memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang lebih praktis dan bebas kekhawatiran. Oleh karena itu, perusahaan tak hanya menjual produk, tetapi juga membangun ekosistem pendukung penggunaan jangka panjang.
Program ini dirancang bagi masyarakat yang ingin memperoleh penghasilan dari sektor transportasi tanpa harus terbeban modal awal pembelian kendaraan yang besar.
Konsumen cukup menyiapkan uang jaminan sebesar Rp 1 juta untuk membawa pulang mobil VinFast Green sesuai tipe yang dipilih. Selanjutnya, pengguna hanya dikenakan biaya sewa harian yang besarnya disesuaikan dengan model kendaraan.
Melalui sistem tersebut, kendaraan dapat langsung dimanfaatkan untuk kegiatan usaha, mulai dari layanan transportasi berbasis aplikasi hingga operasional harian lainnya. Dengan skema biaya sewa tetap, pengguna dapat lebih mudah menghitung estimasi pengeluaran sekaligus memperkirakan potensi keuntungan harian.Bebas Biaya Isi Daya Hingga 2029