Mobil China Makin Banyak, Muncul Peluang Baru di Aftermarket

2026/09/24

Kamis, 24 September 2026 - 20:00 WIB

Tangerang, VIVA – Bertambahnya merek dan model mobil China di Indonesia ikut mengubah peta bisnis industri otomotif, termasuk sektor aftermarket. Bagi distributor suku cadang, kehadiran pemain baru justru membuka ruang untuk memperluas jaringan dan membangun sumber pasokan baru.

Baca Juga

Perubahan tersebut menjadi perhatian PT Nusantara Global Autoparts (NGA) dan PT Oto Citra Sentosa (OCS) yang bergerak di bisnis genuine automotive parts. Keduanya melihat bertambahnya model kendaraan sebagai tantangan sekaligus peluang karena kebutuhan komponen setelah kendaraan beroperasi akan semakin beragam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sales Manager NGA, Ricardo, mengatakan masuknya berbagai merek baru tidak serta-merta dipandang sebagai ancaman bagi bisnis spare part. Menurutnya, bertambahnya merek dan model kendaraan membuat distributor perlu mempelajari ekosistem komponen sekaligus membangun jalur pasokan yang sesuai.

Baca Juga

"Semakin banyak brand dan model kendaraan berarti kebutuhan aftermarket juga akan semakin beragam," kata Ricardo, dikutip VIVA Otomotif Kamis 24 September 2026.

Menurut dia, tantangan utamanya adalah memahami komponen yang digunakan kendaraan-kendaraan baru tersebut serta memastikan ketersediaannya ketika mulai dibutuhkan konsumen. Kondisi ini membuat kemampuan sourcing dan pengelolaan persediaan menjadi semakin penting bagi distributor.

Baca Juga

NGA sendiri berfokus pada pasar internasional dan ekspor, sedangkan OCS menangani distribusi genuine automotive parts untuk pasar domestik. Keduanya menyediakan komponen untuk berbagai merek kendaraan, sehingga bisnisnya tidak bergantung pada satu atau dua merek tertentu.

Portofolio yang ditangani antara lain genuine parts untuk Toyota, Mitsubishi, Honda, Daihatsu, Suzuki, Hyundai, Nissan, Mazda, Isuzu, Hino dan sejumlah merek lainnya. Pendekatan multibrand tersebut membuat perusahaan dapat mengikuti perubahan kebutuhan pasar ketika komposisi merek kendaraan yang beredar ikut berubah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, semakin banyaknya model kendaraan juga membuat persoalan part number menjadi lebih kompleks. Distributor tidak cukup hanya memastikan barang tersedia, tetapi juga harus mampu mencocokkan komponen dengan kendaraan yang tepat agar tidak terjadi kesalahan pengiriman.

Ricardo mengatakan perusahaan juga mulai memanfaatkan teknologi untuk menghadapi kompleksitas tersebut. Sistem internal dikembangkan untuk membantu pengelolaan inventory, transaksi dan pemantauan barang, sementara platform otoparts.id disiapkan sebagai kanal digital untuk memudahkan pelanggan mencari produk, melihat harga, melakukan pembelian, hingga memantau pengiriman.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, digitalisasi tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam bisnis spare part. Pengetahuan produk dan konsultasi tetap diperlukan, terutama ketika pelanggan harus memastikan kecocokan part number dengan kendaraan tertentu.