Liputan6.com, Jakarta - Mitsubishi Fuso resmi mendistribusikan truk listrik berbasis baterai eCanter kepada PT Fastana Logistik Indonesia. Penyerahan unit dilakukan di booth Mitsubishi Fuso, Hall 1 ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (4/8/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Mitsubishi Fuso memperluas penggunaan kendaraan niaga listrik di Indonesia sekaligus mendukung transformasi sektor logistik menuju operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Aji Jaya, menjelaskan bahwa kerja sama antara Mitsubishi Fuso dan PT Fastana Logistik Indonesia bukanlah yang pertama. Hubungan kedua perusahaan telah terjalin selama beberapa tahun terakhir.
"PT Fastana Logistik Indonesia telah mempercayakan operasionalnya kepada lebih dari 400 unit Fuso Canter dan juga Fighter X. Untuk itu sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PT Fastana Logistik Indonesia kepada produk-produk Mitsubishi Fuso," ujar Aji.
Menurutnya, Mitsubishi Fuso tidak hanya menghadirkan kendaraan, tetapi juga memastikan kelancaran operasional bisnis para pelanggan melalui layanan purna jual yang komprehensif.
Perusahaan telah menyiapkan jaringan layanan purna jual yang tersebar di seluruh Indonesia, didukung teknologi pendukung kendaraan listrik seperti mobile charger serta mekanik yang telah dibekali keahlian khusus untuk menangani truk listrik.
"Kami berkomitmen untuk mewujudkan zero downtime. Nanti kami juga akan memberikan pelatihan kepada sopir PT Fastana Logistik Indonesia. Begitu juga jika ada mekanik dari perusahaan, akan kami latih. Meskipun kami memiliki bengkel resmi, kami tetap akan mendampingi pelanggan," kata Aji.
Sementara itu, Director PT Fastana Logistik Indonesia, Subagyo Raharjo, mengungkapkan bahwa keputusan menggunakan Mitsubishi Fuso eCanter didasarkan pada sejumlah pertimbangan, terutama dari sisi efisiensi operasional.
Menurutnya, penggunaan truk listrik untuk distribusi logistik di wilayah Jabodetabek diproyeksikan mampu menekan biaya operasional hingga 41 persen dibandingkan kendaraan konvensional.
Selain itu, perusahaan juga menilai kendaraan listrik sejalan dengan komitmen keberlanjutan (sustainability) yang menjadi fokus perusahaan maupun Kapal Api Group.
"Sebab, Fastana Buana dan Kapal Api Group juga sangat concern dengan sustainability ini. Jadi kami yakin dengan penggunaan truk listrik ini bisa menekan emisi gas," ujar Subagyo.