Misi dagang Jatim-Kalbar bukukan transaksi Rp2,3 triliun - ANTARA News Kalimantan Barat

2026/08/11

Pontianak (ANTARA) - Misi dagang dan investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat membukukan komitmen transaksi Rp2,3 triliun, mencakup perdagangan komoditas dan investasi pelaku usaha kedua provinsi.

"Yang tercatat sampai jam ini komitmen transaksinya Rp2,3 triliun. Dari Rp2,3 triliun ini, untuk misi dagang dan investasi tercatat Rp885 miliar," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat misi dagang dan investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat di Pontianak, Selasa.

Dia mengatakan komitmen tersebut menjadi salah satu capaian terbesar dalam kerja sama perdagangan kedua provinsi yang telah terjalin sekitar tujuh tahun.

Komitmen perdagangan antara pelaku usaha kedua provinsi mencakup berbagai komoditas, dengan nilai terbesar berasal dari sektor peternakan.

Dia memaparkan PT Phalosari Unggul Jaya dari Jombang berkomitmen memasok produk peternakan kepada PT Sujaya Food Pontianak senilai Rp1,001 triliun per tahun.

Kerja sama tersebut mencakup 1.283 ton olahan daging unggas, 1.545 ton olahan daging sapi, 927 ton susu, 5.114 ton telur, 9.649 ton daging unggas, 976.948 ekor anak ayam umur sehari (DOC), serta 29.440 ekor kambing dan domba.

Selain peternakan, transaksi perdagangan juga mencakup rokok senilai Rp95,12 miliar per tahun, kopi Rp63,8 miliar, pakan ikan dan udang Rp63,72 miliar, serta arang batok kelapa dan briket sisha Rp58,21 miliar per tahun.

Komoditas lainnya berupa garam bahan baku dan olahan senilai Rp27,99 miliar, gula pasir Rp26,25 miliar, produk telur bebek Rp25,03 miliar, beras Rp23,25 miliar, serta kayu bulat Rp22,84 miliar per tahun.

Sementara dari sisi investasi, pelaku usaha Jawa Timur menyiapkan investasi Rp500 miliar untuk pengembangan industri pupuk buatan hara makro primer di Kabupaten Mempawah melalui Saraswanti Anugerah Indonesia.

Kemudian, Saraswanti Agro Estate menyiapkan investasi Rp300 miliar untuk pengembangan usaha pertanian kelapa sawit di Kabupaten Landak, sedangkan PT Anugerah Dolomit Indonesia mengalokasikan Rp85 miliar untuk industri pupuk bahan amelioran di Kabupaten Mempawah.

Khofifah mengatakan besarnya komitmen tersebut menunjukkan potensi ekonomi Kalimantan Barat yang dapat dikembangkan melalui hubungan perdagangan, investasi, serta penguatan rantai pasok antardaerah.

Ia berharap komitmen yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai kesepakatan di atas kertas, tetapi segera ditindaklanjuti menjadi transaksi nyata dan kerja sama jangka panjang yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua provinsi.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan kerja sama dengan Jawa Timur perlu diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan komoditas, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan pengetahuan agar Kalimantan Barat mampu meningkatkan produksi secara mandiri.

Menurut Norsan, sejumlah komoditas Kalimantan Barat yang berpotensi dikembangkan dalam kerja sama tersebut antara lain cangkang sawit, minyak sawit mentah (CPO), kelapa, serta garam produksi lokal yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Norsan berharap misi dagang tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan hubungan investasi dan perdagangan kedua provinsi sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku usaha lokal Kalimantan Barat.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Misi dagang Jatim-Kalbar bukukan transaksi Rp2,3 triliun

Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.