Minggu, Waspadai hujan disertai petir dan angin kencang di Sumut - ANTARA News Sumatera Utara

2026/09/20

Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk waspada potensi terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah Sumatera Utara yang dapat disertai petir dan angin kencang.

"Diimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada hujan ringan hingga sedang disertai petir dan angin kencang di pantai timur, pantai barat, pegunungan, lereng timur dan lereng barat Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologis berupa banjir dan longsor," kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Putri Diana di Medan, Sabtu.

Ia menyebutkan cuaca di Sumatera Utara untuk Minggu pagi (20/9) secara umum berawan namun berpotensi hujan ringan di Padanglawas Utara, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan dan Padang Lawas.

Sementara pada siang hingga sore hari berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Sumatera utara, di mana hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Padang Lawas.

Serta pada malam hari masih berpotensi hujan ringan di hampir sebagian besar wilayah Sumatera Utara dan untuk dini hari secara umum berawan namun berpotensi hujan ringan di Labuhanbatu Selatan, Langkat, Batubara, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.

Suhu udara rata rata 14 hingga 35bderajat Celcius, dengan kelembaban 60 hingga 100 persen dan angin berhembus dari Tenggara ke Barat dengan kecepatan 5 hingga 20 km per jam.

Sebelumnya Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Christen Marpaung mengatakan sejumlah perairan Sumatera Utara berpotensi diterjang gelombang tinggi pada Kondisi tersebut dapat terjadi pada 19 hingga 22 September 2026.

Gelombang laut yang dapat mencapai empat meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu dan Samudera Hindia barat Kepulauan Nias.

Sementara gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Kepulauan Batu, perairan barat Sumatera Utara dan perairan timur Kepulauan Nias.

Aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin, serta adanya daerah belokan angin dan konvergensi, kata dia, dapat mendukung aktivitas konvektif di wilayah Sumatera Utara.

Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera dan perairan timur Sumatera Utara, juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer.

Beberapa kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Sumatera Utara.

Pewarta: Juraidi
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.