Microsoft Sulap Copilot Jadi Super App

2026/07/30

Jakarta -

Microsoft mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengembangkan sebuah super app AI yang akan mengintegrasikan berbagai kemampuan Copilot ke dalam satu tempat.

CEO Microsoft, Satya Nadella, menyampaikan hal ini dalam panggilan laporan pendapatan fiskal kuartal keempat pada hari Rabu lalu (29/7). Ia menyatakan bahwa aplikasi baru ini akan menggabungkan fitur chat, asisten pemrograman untuk coding, fitur kolaborasi Cowork, hingga kemampuan otonom agen Autopilot dalam satu antarmuka.

"Copilot berkembang pesat dari fitur chat, merambah ke Cowork, dan kini menuju Autopilot. Kuartal ini, kami akan menyatukan pengalaman Copilot tersebut, termasuk untuk pemrograman, ke dalam satu aplikasi super," jelas Nadella, dikutip dari The Verge, Kamis (30/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini, ekosistem AI Microsoft dinilai terlalu terfragmentasi dan membingungkan pengguna, bahkan bagi karyawan internal mereka sendiri. Pasalnya, Microsoft memiliki banyak asisten AI yang tersebar di berbagai produk.

Sebagai contoh, di toko aplikasi, pengguna kerap bingung harus memilih antara aplikasi konsumen Copilot standar atau aplikasi Microsoft Office yang juga menyandang nama Copilot dan memiliki antarmuka serupa namun memuat fitur Word dan Excel.

Super app ini ditargetkan meluncur akhir tahun ini untuk menargetkan segmen konsumen maupun komersial. Laporan internal menyebutkan aplikasi ini akan memuat semacam tombol toggle sederhana yang memungkinkan pengguna beralih antara akun Microsoft pribadi dan akun Microsoft 365 yang berfokus pada pekerjaan dengan mulus.

Di sisi komersial, Nadella menambahkan bahwa lebih dari 30 juta pekerja kini tercatat telah menggunakan langganan berbayar Microsoft 365 Copilot, dan tingkat percakapan per penggunanya melonjak hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

OpenAI juga rilis ChatGPT Work

Langkah konsolidasi Microsoft ini tidak terjadi di ruang hampa. Baru-baru ini, pesaing terdekatnya, OpenAI (yang juga disokong investasi dari Microsoft), telah merilis ChatGPT Work.

Diluncurkan secara bertahap sejak awal Juli 2026, ChatGPT Work menggabungkan kemampuan percakapan ChatGPT biasa dengan teknologi agen pemrograman Codex andalan OpenAI.

ChatGPT Work ditenagai oleh model AI terkuat OpenAI saat ini, yaitu GPT-5.6. Fitur ini dirancang bukan hanya untuk menjawab pertanyaan, melainkan untuk mengeksekusi dan menyelesaikan tugas-tugas kompleks lintas aplikasi tanpa perlu meninggalkan jendela obrolan (misalnya: menghubungkan email, menelusuri web, membuat lembar kerja, hingga menyusun presentasi).

Meningkatnya tren super app AI ini menunjukkan bahwa raksasa teknologi kini sedang berlomba mengubah citra asisten AI mereka dari sekadar "alat chatting" menjadi platform pusat produktivitas di mana seluruh pekerjaan profesional dilakukan.

(asj/fay)

TAGS

LIHAT LAINNYA