Merasa Hampa meski Hidup Terlihat Baik-Baik Saja, Ini Penyebabnya

2026/08/05

Bagikan:

YOGYAKARTA - Dari luar, hidup Anda mungkin terlihat baik-baik saja. Pekerjaan berjalan lancar, hubungan dengan pasangan terasa hangat, keluarga tampak bahagia, dan berbagai kebutuhan hidup pun cukup terpenuhi. Namun, di balik semua itu, Anda bisa saja diam-diam merasa hampa, seperti ada sesuatu yang hilang meski sulit menjelaskan apa. Merasa hampa meski hidup terlihat baik-baik saja ternyata dapat berkaitan dengan kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, termasuk pengalaman sejak masa kanak-kanak.

Psikolog Jonice Webb, Ph.D. dilansir Psychology Today, Rabu, 5 Agustus, menjelaskan bahwa rasa hampa dapat berhubungan dengan childhood emotional neglect atau pengabaian emosional pada masa kanak-kanak. Pengabaian emosional terjadi ketika kebutuhan perasaan seorang anak tidak cukup diperhatikan, dipahami, atau direspons oleh orang-orang yang merawatnya. Kondisi ini tidak selalu terlihat sebagai kejadian buruk karena justru sering muncul melalui hal-hal yang tidak diberikan kepada anak, seperti perhatian terhadap perasaan dan validasi emosional.

Anak yang terbiasa tidak mendapatkan ruang untuk membicarakan perasaannya dapat belajar bahwa emosi bukan sesuatu yang perlu diperhatikan. Ketika sedih, marah, takut, atau kecewa tidak mendapatkan respons yang memadai, anak mungkin memilih untuk menekan atau mengabaikan perasaan tersebut. Menurut Webb, pola ini dapat terbawa hingga dewasa dan membuat seseorang kesulitan mengenali apa yang sebenarnya ia rasakan.

penyebab merasa hampa meski hidup terlihat baik-baik saja
Ilustrasi penyebab merasa hampa meski hidup terlihat baik-baik saja (Freepik/Magnific)

Menariknya, pengalaman tersebut tidak selalu berarti seseorang tumbuh dalam keluarga yang buruk atau memiliki orang tua yang sengaja mengabaikan perasaannya. Webb menjelaskan bahwa orang tua juga bisa saja tidak terbiasa mengenali dan merespons emosi karena mereka sendiri tidak mendapat pengalaman tersebut ketika kecil. Akibatnya, pola yang sama dapat berlangsung dari satu generasi ke generasi berikutnya tanpa benar-benar disadari.

Ketika dewasa, seseorang mungkin terlihat sangat mampu menjalani kehidupannya. Ia bisa bekerja dengan baik, membangun hubungan yang sehat, mengurus keluarga, mencapai berbagai target, dan tetap menjalankan rutinitas seperti biasa. Namun, kemampuan menjalani semua itu tidak otomatis berarti kebutuhan emosionalnya sudah terpenuhi.

Rasa hampa juga dapat muncul dalam bentuk yang tidak selalu mudah dikenali sebagai masalah emosional. Anda mungkin merasa mati rasa, kesepian meski sedang bersama orang lain, sulit menikmati hal-hal yang sebenarnya menyenangkan, atau tidak tahu apa yang sedang dirasakan. Ada pula kemungkinan Anda terus mencari kesibukan dan pencapaian baru karena berhenti sejenak justru membuat rasa hampa tersebut semakin terasa.

Karena itu, menghadapi rasa hampa tidak selalu berarti Anda membutuhkan lebih banyak pencapaian. Salah satu langkah yang dapat dicoba adalah mulai memberi perhatian pada kehidupan emosional sendiri. Anda bisa berhenti sejenak dan bertanya, “Apa yang sebenarnya saya rasakan sekarang?” atau “Apa yang sedang saya butuhkan?”

BACA JUGA:


Mengenali emosi mungkin terasa asing jika selama ini Anda terbiasa mengesampingkannya. Namun, memberikan nama pada perasaan seperti sedih, kecewa, marah, takut, kesepian, atau bahkan lega dapat membantu Anda memahami diri sendiri dengan lebih baik. Emosi bukan sesuatu yang harus selalu segera diperbaiki, karena terkadang emosi justru memberikan petunjuk mengenai kebutuhan yang selama ini belum Anda dengarkan.

Jadi, merasa hampa meski hidup terlihat baik-baik saja bukan berarti Anda tidak bersyukur atas kehidupan yang dimiliki. Bisa jadi, ada bagian dari diri Anda yang membutuhkan perhatian, penerimaan, dan ruang untuk merasakan. Jika perasaan hampa berlangsung lama atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, berbicara dengan psikolog atau profesional kesehatan mental juga dapat menjadi langkah yang layak dipertimbangkan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+