REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan pentingnya menjaga kualitas material dalam pelaksanaan program Gentengisasi yang menyasar wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Penekanan ini disampaikan untuk memastikan program tersebut memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekaligus memberdayakan pelaku usaha lokal.
"Seluruh genteng yang digunakan harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekaligus mendorong perajin dan pelaku usaha lokal untuk terus meningkatkan kapasitas produksinya," ujar Maruarar yang akrab disapa Ara dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Program ini diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui pemanfaatan genteng produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Lebih dari itu, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat daya saing industri genteng dalam negeri.
Pelaksanaan Terukur dan Tepat Sasaran
Ara menekankan bahwa pemberdayaan UMKM harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu produk. Ia meminta agar seluruh tahapan pelaksanaan gentengisasi dilakukan secara terukur, didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta memperhatikan kesiapan produksi dan ketepatan sasaran penerima manfaat.
Untuk memastikan hal tersebut, koordinasi antara Kementerian PKP dan pemerintah daerah akan terus diperkuat. Langkah ini krusial untuk menjamin kesiapan produksi, pemenuhan standar kualitas, serta distribusi genteng berjalan secara terukur, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Momentum Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan
Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa program Gentengisasi bukan sekadar pemenuhan kebutuhan material bangunan, melainkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi pelaku UMKM lokal. Ia menyoroti efek domino positif yang tercipta dari program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini.
"Rantai ekonomi mulai dari perajin genteng, sopir truk, hingga kenek merasakan langsung manfaat finansial dari program Gentengisasi," katanya. Menurut dia, program ini menjadi momentum kebangkitan industri genteng di Plered, Purwakarta.
Pemerintah berkomitmen mendorong pelaku UMKM agar naik kelas dengan meningkatkan kualitas produk sesuai standar nasional. Peningkatan kapasitas perajin dilakukan melalui edukasi, akses pembiayaan, hingga pendampingan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara