Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyampaikan bahwa semua kekuatan di tanah air saat ini sedang bekerja memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Semua kekuatan sedang bekerja untuk memadamkan api. Jadi, tidak benar kalau seolah-olah kita abai," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Dia menjelaskan berbagai pihak terus dikerahkan untuk menangani kebakaran, mulai dari pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan provinsi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Manggala Agni, Kementerian Lingkungan Hidup, kepolisian, TNI, hingga komunitas masyarakat.
Selain pemadaman, ia mengatakan penegakan hukum dilakukan terhadap pihak-pihak yang diduga sengaja membakar lahan.
Baca juga: Jumhur: Bantuan penanganan karhutla dari Malaysia lagi didiskusikan
Ia menyampaikan puluhan orang telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan 68 perusahaan pemilik konsesi telah disegel dan masih akan menjalani proses verifikasi.
Ia menjelaskan penanganan terhadap perusahaan perlu dilakukan dengan memperhatikan prinsip strict liability atau pertanggungjawaban mutlak, terutama terkait dengan kebakaran di wilayah konsesi mereka.
Menurut dia, proses verifikasi diperlukan untuk membedakan perusahaan yang diduga sengaja melakukan pembakaran dengan perusahaan yang lahannya terdampak kebakaran.
Ia mencontohkan kebakaran di wilayah konsesi yang lahannya belum dibuka perlu dilihat secara berbeda dengan kebakaran yang terjadi di lahan perkebunan yang sudah ditanami kelapa sawit.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengemukakan 60.000 lebih personel gabungan dari sejumlah instansi dikerahkan untuk mendukung operasi darat pemadaman karhutla di beberapa daerah, khususnya Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Ia menjelaskan laporan mengenai jumlah personel dan situasi terbaru penanggulangan karhutla diterima Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (12/10).
Laporan yang disampaikan kepada Presiden itu, di antaranya pemadaman masih berlangsung di lahan dengan luas total 639 hektare di enam provinsi, khususnya di Kalimantan dan Sumatera.
Baca juga: Seskab: 60.000 lebih personel dukung operasi darat pemadaman karhutla
Baca juga: Dudung: Pemerintah prioritaskan mitigasi karhutla sejak dini
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Uploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.