Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membuka secara resmi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di gedung permanen Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Selasa.
Mensos bersama Wamensos, Agus Jabo Priyono disambut penampilan baris-berbaris dari siswa-siswi Sekolah Rakyat Terapan (SRT) 78 Kabupaten Sragen dan yel-yel dari calon siswa. Kemudian, ada juga penampilan pencak silat dari Arya Purbaya, siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta.
Gus Ipul dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa, menyampaikan ada sekitar 28 ribu siswa baru yang bergabung di Sekolah Rakyat pada tahun ajaran ini. Jumlah tersebut terdiri atas jenjang SD, SMP dan SMA yang tersebar di beberapa titik Sekolah Rakyat.
Baca juga: Kemensos: MPLS Sekolah Rakyat digelar bertahap dalam empat gelombang
"Ini masih akan bertambah terus (jumlahnya)," ujar Gus Ipul.
Mensos menjelaskan tidak ada sistem pendaftaran bagi murid-murid yang akan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, tetapi hanya ada proses penjangkauan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
"Saya ingin sampaikan bahwa Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan oleh pendamping-pendamping sosial Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini timnya bupati, wali kota atau timnya gubernur di tingkat provinsi. Kerja sama bersama Dinas Pendidikan setempat, bersama BPS untuk menjangkau keluarga-keluarga yang memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat," paparnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul sempat berdialog dengan calon siswa-siswi yang akan bersekolah di Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen. Ia menanyakan kesiapan para murid yang nantinya menimba ilmu di sekolah berkonsep asrama ini.
"Siap sekolah?" tanya Gus Ipul kepada para calon siswa.
"Siap!" jawab mereka kompak dan penuh semangat.
Baca juga: 28.478 siswa baru Sekolah Rakyat dibekali etika bermedsos
Baca juga: Mensos ingatkan kepala Sekolah Rakyat siapkan MPLS dengan matang
"Ada yang ingin mundur?" tanya Gus Ipul lagi.
"Tidak!" jawab para murid dengan tegas.
"Alhamdulillah, semuanya sudah semangat sekolah," ujar Gus Ipul.
Murni, ibu salah seorang calon siswi Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen mengaku sangat senang anaknya, Septiana Selfi Safira (12) bisa melanjutkan pendidikan. Ia berharap anaknya kelak menjadi sosok yang pintar, sukses, dan bisa menggapai cita-cita sebagai guru matematika.
"Anak saya walaupun terlahir dari keluarga tidak mampu, alhamdulillah mendapat peringkat 1 terus, makanya tadi menyukai matematika," tutur Murni.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.