Mensos ajak orang tua siswa Sekolah Rakyat lepas dari bansos

2026/07/18

Mensos ajak orang tua siswa Sekolah Rakyat lepas dari bansos

Sabtu, 18 Juli 2026 10:33 WIB

Image Print

Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berdialog dengan orang tua dan siswa dalam acara Open House Sekolah Rakyat di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). ANTARA/HO-Kemensos.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak para orang tua siswa Sekolah Rakyat berjanji untuk secepatnya mandiri dan lepas dari ketergantungan bantuan sosial (bansos).

Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul dalam ikrar yang disambut dengan kesediaan para orang tua siswa dalam acara Open House Sekolah Rakyat di Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (17/7).

"Saya, orang tua siswa Sekolah Rakyat siap ikut program pemberdayaan sehingga bisa menjadi keluarga mandiri. Keluarga yang tidak bergantung lagi pada bansos," ucap Gus Ipul dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Ikrar tersebut langsung disambut dengan positif dan diikuti secara serentak oleh orang tua siswa.

Selain fasilitas sekolah bagi anak, orang tua siswa akan mendapatkan program-program pemberdayaan agar betul-betul mandiri dan lepas dari jerat kemiskinan sebagaimana tujuan utama program Sekolah Rakyat.

Gus Ipul mengatakan, tujuan utama Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun sekolah, melainkan membangun masa depan anak-anak Indonesia dan memastikan tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena lahir dari keluarga miskin.

"Negara harus memberi kesempatan dan memastikan setiap anak memiliki masa depan yang lebih baik," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo yang turut hadir dalam acara tersebut menyambut baik kolaborasi pemerintah pusat dan berkomitmen untuk terus menyukseskan program Sekolah Rakyat.

"Sekarang sudah terbangun sekolah mulai dari tingkat SD sampai SMA. Saat ini sudah bisa kita saksikan anak-anak kita dengan penampilan dan perubahan yang cukup luar biasa. Bisa dipastikan bahwa Sekolah Rakyat ini memberikan kontribusi bagi anak-anak kita selama ini tidak bisa merasakan suasana sekolah," ujar Adi.

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga melakukan tur singkat mengelilingi gedung baru Sekolah Rakyat untuk memberi pemahaman kepada calon siswa tentang kehidupan mereka setelah masuk ke Sekolah Rakyat.

Mensos juga menyempatkan berdialog dengan komandan baris variasi Rachmad Albi Fakhri (15).

"Senang di Sekolah Rakyat?" tanya Gus Ipul.

"Senang sekali," jawab Albi.

"Kenapa senang?"

"Karena banyak teman dan semua baik kepada saya."

Cerita lain hadir dari Mai Nur Shafa (12), pembaca puisi yang menitikkan air mata ketika di atas panggung. Saat ditanya oleh Gus Ipul, Shafa mengungkapkan alasan sedih di balik air matanya.

Shafa mengaku merindukan orang tuanya saat ditanya oleh Gus Ipul.

"Memang sudah berapa lama tidak bertemu?"

"Dari sejak awal kelas 1, karena orang tua pergi merantau," ungkap Shafa.

Ia bercerita bahwa dirinya telah tinggal bersama sang nenek sejak usia dua tahun hingga sekarang. Gadis yang bercita-cita menjadi dokter tersebut memiliki mimpi besar untuk membanggakan orang tua meski jarang bertemu.

Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026