Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak generasi muda mulai memikirkan gagasan pembangunan bangsa sebagai persiapan menyonsong 100 tahun Sumpah Pemuda yang akan jatuh pada 28 Oktober 2028.
Erick setelah menghadiri Festival Mbois 11 yang diselenggarakan di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan, kehidupan bangsa 100 tahun mendatang bergantung pada arah langkah yang telah ditentukan oleh pemuda di masa sekarang.
"Jangan lupa, dua tahun lagi 100 tahun Sumpah Pemuda, mau kemana 100 tahun ke depan pemuda Indonesia," kata Menpora Erick.
Menurut dia, setiap langkah yang dijalankan para anak muda akan menjadi penentu arah langkah bangsa di kemudian hari.
Ia menyebut bahwa pada 1928 para pemuda dan pemudi Indonesia telah membicarakan tentang apa itu persatuan bangsa, dari pandangan tersebut kemudian berlanjut dengan lahirnya sebuah peristiwa bersejarah, yakni kemerdekaan bangsa di 1945.
"Dan berlanjut kembali ke (semboyan) Bhinneka Tunggal Ika yang terus ada sampai hari ini," ucapnya.
Menteri Erick mengingatkan kepada generasi pemuda Indonesia untuk selalu bergotongroyong supaya mampu melahirkan gagasan bersama dan inovasi terbaik yang nantinya diterapkan sebagai motor penggerak kemajuan kehidupan bangsa Indonesia.
Dia meminta kepada seluruh anak muda agar tak berhenti membangun dan menciptakan sebuah pemikiran yang ditujukan untuk kepentingan kemaslahatan bagi setiap Warga Negara Indonesia.
"Ayo mulai melakukan urun rembuk," ucap dia.
Oleh karena itu, berkaca dari peristiwa di 1928, dia sekali lagi menyampaikan bahwa kehidupan di 100 tahun ke depan akan bergantung dari apa yang telah dibentuk dan digagas oleh para anak muda di masa sekarang, tanpa boleh melupakan semangat persatuan dan kesatuan sesama Warga Negara Indonesia.
"Karena yang mengerti adalah kalian sendiri, maka dari itu saya berharap akan hal tersebut," tutur Erick.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.