Jakarta (ANTARA) - Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan pelayanan publik berkualitas harus terus bertransformasi menjadi lebih adaptif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta didukung pemanfaatan teknologi, komitmen, dan kolaborasi seluruh penyelenggara pelayanan publik.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) berasama Kementerian Dalam Negeri dan Ombudsman Republik Indonesia melakukan pencanangan Gerakan Nasional Pelayanan Publik (GNPP) sebagai wujud kolaborasi, sinergi, serta komitmen untuk meningkatkan pelayanan publik.
“Melalui sinergi lintas sektor, Gerakan Nasional Pelayanan Publik diharapkan mampu menghadirkan perbaikan layanan yang nyata, terukur, dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Rini dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Hal itu disampaikan dalam Pencanangan Gerakan Nasional Pelayanan Publik (GNPP) Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Jakarta, Jumat (24/7).
Dalam GNPP, Kementerian PANRB akan terus memperkuat kebijakan, pembinaan, serta pemantauan dan evaluasi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri memastikan gerakan ini diimplementasikan secara konsisten di seluruh pemerintah daerah. Sedangkan, Ombudsman Republik Indonesia mengawal kualitas pelayanan melalui pengawasan, tindak lanjut pengaduan, dan pemanfaatan aspirasi masyarakat sebagai dasar perbaikan.
Rini mengungkapkan wajah pelayanan publik tidak ditentukan oleh gedung yang megah atau teknologi yang canggih, tetapi ditentukan oleh dedikasi para aparatur yang setiap hari melayani masyarakat.
Menurutnya, di tangan ASN dan seluruh penyelenggara pelayanan publik, kepercayaan masyarakat kepada negara dibangun.
Lebih lanjut Menteri Rini menjelaskan pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa seluruh layanan publik dimungkinkan untuk ditransformasikan ke dalam layanan digital agar masyarakat tidak perlu mengantre lagi berjam-jam.
Untuk itu Kementerian PANRB saat ini sedang mendorong untuk dilakukan layanan-layanan digital bersama dengan komite percepatan transformasi pemerintahan digital.
“Transformasi ini tidak dapat diwujudkan kalau kita tidak semuanya memiliki komitmen. Atas dasar itulah GNPP itu menjadi gerakan bersama untuk mempercepat terwujudnya pelayanan publik yang semakin mudah berintegritas dan berorientasi kepada masyarakat,” tuturnya.
GNPP ini, lanjutnya, menjadi momentum untuk mempercepat transformasi layanan digital, simbol 24/7 merepresentasikan semangat pelayanan yang terus hadir, responsif dan berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Jadi masyarakat merasakan bahwa kita semuanya para ASN, para birokrat atau para pembantu Presiden ini, tentunya siap untuk setiap saat hadir untuk terus menerus melayani masyarakat,” kata Rini.
Adapun tema GNPP yang diangkat adalah Tulus Melayani, Cepat Merespons, dan Berintegritas, ditegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar sekadar slogan tetapi komitmen semua yang tercermin dalam setiap kebijakan dan setiap layanan dan setiap tindakan aparatur negara.
Ia menjelaskan bahwa ketulusan akan melahirkan kepedulian, kecepatan akan menghadirkan kepastian, dan integritas itu membangun kepercayaan.
Rini juga menegaskan GNPP bukan milik Kementerian PANRB semata, melainkan gerakan bersama seluruh penyelenggara pelayanan publik. Keberhasilannya tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi dari semakin banyak masyarakat yang merasakan pelayanan yang lebih baik.
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.