Menlu Sugiono Tekankan Perdamaian Kawasan Tidak Tercipta dengan Sendirinya, Harus Dijaga dan Diupayakan Bersama

2026/07/23

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong kerja sama Indonesia-Australia terus beradaptasi dengan dinamika global, menekankan perdamaian Kawasan tidak tercipta dengan sendirinya, harus dijaga dan diupayakan bersama.

Hal tersebut dikatakan Menlu Sugiono saat memimpin Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-Australia bersama timpalannya Menteri Luar Negeri Penny Wong di Manila, Filipina, Hari Rabu.

Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya kemitraan kedua pihak dalam menjaga perdamaian, memperkuat ketahanan ekonomi, dan menghadapi perubahan lingkungan strategis kawasan.

Sebagai Negara Koordinator Kemitraan ASEAN-Australia, Indonesia menilai hubungan kedua pihak telah berkembang menjadi salah satu kemitraan paling produktif di kawasan. Kerja sama konkret terus diperkuat, antara lain dalam keamanan maritim, perdagangan, investasi, serta hubungan antarmasyarakat.

"Inilah wujud kemitraan yang nyata: bukan sekadar komitmen, tetapi program konkret yang memberi manfaat bagi Kawasan," ujar Menlu Sugiono, melansir keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (23/7).

Lebih lanjut, memasuki tahun kelima Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-Australia, Menlu Sugiono mendorong agar kerja sama kedua pihak terus beradaptasi terhadap dinamika geopolitik yang semakin kompleks, tekanan terhadap sistem pangan dan energi, serta ancaman digital dan kejahatan lintas negara.

Tahun 2026 juga menandai peringatan 50 tahun Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation/TAC). Indonesia menegaskan bahwa prinsip penyelesaian sengketa secara damai, saling menghormati, dan sikap menahan diri tetap menjadi fondasi kepercayaan strategis kawasan.

"Perdamaian di kawasan tidak tercipta dengan sendirinya. Perdamaian harus terus dijaga, dan diupayakan Bersama," tegas Menlu Sugiono.

Sementara di bidang ekonomi, perdagangan Australia dengan ASEAN pada 2025 mencapai 97,28 miliar dolar AS, sementara arus investasi langsung Australia ke ASEAN tercatat sebesar 1,6 miliar dolar AS. Menlu Sugiono menilai, besarnya perdagangan perlu diimbangi dengan investasi yang membangun kapasitas ekonomi jangka panjang.

"Perdagangan mencerminkan kekuatan ekonomi hari ini. Investasi membangun kekuatan ekonomi masa depan. Keduanya harus berjalan beriringan," ujarnya.

Indonesia mendorong implementasi konkret Australia’s Southeast Asia Economic Strategy to 2040 melalui pengembangan proyek di sektor mineral kritis, energi bersih, dan infrastruktur digital. “ASEAN bukan hanya pasar bagi Australia. ASEAN harus menjadi mitra dalam membangun industri masa depan,” lanjut Menlu Sugiono.

BACA JUGA:


Dalam pertemuan Menlu Sugiono juga menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan, energi, dan rantai pasok. Menurutnya, gangguan jalur pelayaran maupun kegagalan produksi pangan akan berdampak langsung terhadap masyarakat di kawasan.

Sedangkan di bidang politik dan keamanan, Indonesia menyerukan penguatan pencegahan konflik dan manajemen krisis melalui mekanisme ASEAN. Perkembangan arsitektur dan pengaturan keamanan kawasan harus tetap menjunjung transparansi, inklusivitas dan Sentralitas ASEAN.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+