REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menginstruksikan agar gerai-gerai di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memprioritaskan barang-barang yang dijual berupa hasil produk UMKM lokal di daerah masing-masing. Hal ini disampaikan Ferry saat memberikan sambutan sekaligus membuka Borobudur Indonesia Expo dan KDKMP Expo 2026 di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (17/9/2026).
“UMKM dikurasi, para petugas diberikan pelatihan dalam mengelola koperasi. Kami akan terus dampingi. Jadi produk-produknya UKM lokal tidak perlu bingung karena sudah ada tempatnya di KDKMP,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Ferry menegaskan, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini menggerakkan tiga pilar ekonomi secara setara, yakni koperasi, BUMN, dan swasta. Koperasi kini dipulihkan kembali menjadi sokoguru atau arus utama perekonomian nasional. “Kementerian Koperasi (Kemenkop) melaksanakan tiga langkah cepat untuk mengembalikan kepercayaan terhadap koperasi,” ucapnya.
Pertama, rebranding. Koperasi kurang diperhatikan dan tidak dikenal oleh generasi muda, milenial, maupun Gen Z. “Kini koperasi mulai dipahami kembali, didukung langkah Provinsi Jawa Tengah yang memasukkan kembali mata pelajaran perkoperasian ke jenjang pendidikan dasar dan menengah,” lanjut Ferry.
Kedua, digitalisasi. Transformasi dari sistem tradisional menjadi modern dipercepat agar koperasi mampu bersaing di era kekinian.
Ketiga, pembenahan tata kelola. Koperasi tidak lagi dinilai sekadar dari pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), melainkan dari kinerja usahanya. Kemenkop mendorong koperasi kembali masuk ke sektor produksi, distribusi, industri, maupun keuangan sesuai cita-cita para pendiri bangsa.
“Karena itu, pelaku UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga seni dibentuk menjadi koperasi agar dapat mengakses permodalan, pendampingan, teknologi, dan pasar secara lebih luas,” tegasnya.
Menkop juga meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda), wali kota hingga bupati segera mengkurasi kelompok-kelompok usaha dan membentuk koperasi, sehingga produk lokal dapat naik kelas dan mendunia.
“Saya harap Borobudur Indonesia Expo 2026 menjadi momentum penguatan pasar produk koperasi dan UMKM, sekaligus mempercepat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat demi kemajuan ekonomi rakyat,” ucapnya.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan apresiasi kepada Kemenkop dan memohon dukungan berupa pelatihan peningkatan kapasitas manajemen koperasi, penerapan teknologi, serta pendampingan usaha agar manfaat kebijakan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.
“Hari ini menjadi kesempatan bagaimana koperasi dan UMKM sebagai ruang pertemuan antara produk dan pasar, pelaku usaha dan mitra, serta potensi daerah dengan jejaring ekonomi yang lebih luas,” katanya.
Kawasan pariwisata Borobudur tidak hanya milik satu daerah. Damar mengajak lima daerah penyangga, meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Temanggung, untuk bersama-sama memperkenalkan potensi terbaik.
Sementara itu, gelaran Borobudur Indonesia Expo 2026 melibatkan sebanyak 150 UMKM dengan target 40.000 pengunjung dan nilai transaksi ditargetkan mencapai hingga Rp 2 miliar selama empat hari penyelenggaraan pada 17–20 September 2026 di Alun-Alun Kota Magelang.
sumber : Antara