Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia langsung di lokasi bencana gempa bumi di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menko PMK Pratikno dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa kehadiran jajaran pemerintah pusat di tengah penanganan dampak bencana merupakan wujud komitmen nyata untuk mempercepat pemulihan pascagempa bermagnitudo 7,7.
NTT jadi provinsi paling terdampak gempa tektonik skala menengah pada Minggu (16/8) itu. Per hari ini, Senin (17/8), jumlah korban jiwa sebanyak 54 jiwa dan dampak kerusakan bangunan yang cukup masif di Labuan Bajo (Manggarai Barat), Ruteng (Manggarai), serta Maumere dan Nagekeo (Sikka).
"Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," kata Pratikno usai mengikuti Upacara Bendera HUT ke-81 RI di Lapangan Motang Rua, Ruteng itu.
Menko PMK Pratikno didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memastikan dampak gempa bisa tertangani secara cepat dan maksimal. Mereka diagendakan meninjau langsung warga penyintas di pengungsian selepas melaksanakan upacara pengibaran bendera bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Manggarai.
Pratikno menjelaskan bahwa penanganan darurat dilakukan secara terintegrasi dengan membagi tugas jajaran kementerian/lembaga ke seluruh titik terdampak, mulai dari pendistribusian logistik ke Kecamatan Reo di Manggarai hingga menjangkau kawasan terisolasi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka.
Pemerintah pusat juga terus mengoptimalkan koordinasi intensif bersama Satuan Tugas (Satgas) DPR RI serta pemerintah daerah guna memastikan seluruh hak dasar pengungsi terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.
Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, telah menampung dan menyalurkan bantuan logistik, termasuk 50.000 paket bantuan dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut diteruskan ke dua posko utama di NTT, yakni Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere.
Logistik dari Posko Utama Labuan Bajo dikerahkan untuk melayani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara Posko Maumere melayani Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Untuk menembus kendala geografis dan wilayah terisolasi, BNPB bersama unsur gabungan menyiagakan armada darat, laut, dan udara secara maksimal.
Pada jalur udara, disiagakan enam pesawat di Labuan Bajo dan lima pesawat di Maumere, termasuk helikopter pendukung untuk evakuasi medis darurat.
Sementara pada jalur darat, dilakukan mobilisasi truk-truk logistik ukuran besar di titik-titik penyaluran utama, yang didukung pula oleh pengoperasian kapal Pelni dan kapal feri pada jalur laut menuju wilayah kepulauan seperti Pulau Palue.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026