Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta anggaran sekitar Rp1,39 triliun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki fasilitas kesehatan yang rusak akibat bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Permintaan tersebut disampaikan Budi saat memberikan laporan dalam rapat terbatas (ratas) perkembangan penanganan bencana alam yang dipimpin Presiden Prabowo, Senin (7/9/2026).
Budi mengatakan terdapat 165 Puskesmas yang mengalami kerusakan di NTT. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 puskesmas hancur. Selain itu, sebanyak 12 rumah sakit mengalami kerusakan dan dua di antaranya hancur.
"Kebutuhan totalnya ada sekitar Rp1,39 triliun, hitungan sementara," kata Budi dalam ratas yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/9/2026).
Budi mencatat, Kementerian Kesehatan bersama Pemerintah Provinsi NTT telah menghitung kerusakan pada fasilitas kesehatan tersebut. Perhitungan sementara kebutuhan anggaran juga telah disampaikan kepada sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
"Jadi ada anggaran yang sudah kami ajukan sebesar Rp1,39 triliun untuk memperbaiki 165 puskesmas dan 12 rumah sakit daerah di Provinsi NTT, bersama dengan Pak Gubernur," ujarnya.
Saat ini, layanan kesehatan di fasilitas terdampak telah kembali berjalan. Namun, sebagian masih harus beroperasi menggunakan tenda sehingga hanya dapat menjadi solusi sementara.
Kemenkes mendapat bantuan tenda dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI. Pemerintah juga menyediakan puluhan genset dan Starlink untuk mendukung operasional fasilitas kesehatan.
"165 puskesmas dan 12 rumah sakit sudah beroperasi kembali," kata Budi.
Budi menekankan pembangunan kembali fasilitas kesehatan diperlukan karena pelayanan kepada masyarakat tidak mungkin terus dilakukan di dalam tenda.
"Tidak mungkin layanan kesehatan itu dilakukan terus di tenda, baik yang puskesmas dan rumah sakit," ujarnya.
Selain memulihkan fasilitas kesehatan, Kemenkes menangani lebih dari 900 pasien yang terdampak bencana di NTT. Budi mengatakan, para pasien mengalami berbagai cedera, termasuk patah tulang dan cedera pada badan, tangan, kaki hingga kepala. Pencarian dan penanganan pasien dilakukan dengan melibatkan relawan.
"Semua pasien-pasien yang 900 orang itu tertangani," ujarnya.
Menanggapi permintaan tersebut, Presiden Prabowo meminta Kementerian Kesehatan mengajukan kebutuhan anggaran untuk memperbaiki fasilitas kesehatan yang terdampak.
"Menteri Kesehatan nanti diajukan saja kebutuhan untuk memperbaiki fasilitas kesehatan di daerah yang terdampak di NTT," kata Prabowo.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]