Menhub tegaskan keselamatan jadi fokus utama transportasi nasional
Sabtu, 3 Oktober 2026 20:18 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi (kanan) dalam bincang bersama awak media dalam Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan di Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Harianto
Bandung, Jawa Barat (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan keselamatan transportasi menjadi fokus utama guna melindungi masyarakat melalui penguatan regulasi, pengawasan operator, kampanye berkelanjutan, dan peningkatan kewaspadaan menghadapi musim penghujan.
"Dalam menjaga keselamatan transportasi, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus memperkuat aturan dan standar keselamatan," kata Menhub di Bandung, Jawa Barat, Sabtu.
Ia berkomitmen keselamatan harus terus menjadi perhatian utama dalam setiap moda transportasi.
Dia memaparkan sejumlah langkah untuk meningkatkan keselamatan dalam sektor transportasi. Pemeriksaan di lapangan, pengawasan terhadap operator hingga penindakan terhadap pelanggaran terus ditingkatkan.
"Dengan demikian, seluruh penyelenggara transportasi dapat bekerja dengan standar yang jelas dan terukur,” ujarnya.
Menhub mengaku, saat ini tengah disusun sebuah formulasi aturan pengelolaan transportasi, khususnya transportasi publik bagi para operator. Aturan tersebut memuat kewajiban asesmen bagi pengelola transportasi publik, baik di tingkat direksi maupun komisaris.
Ia mengambil contoh pada lembaga keuangan, di mana telah diberlakukan asesmen bagi direksi dan komisaris yang memegang kendali atau pengawasan pada sektor keuangan.
“Kami melihat bahwa sektor transportasi khususnya transportasi publik di mana kita bertanggungjawab terhadap masyarakat yang menggunakan, kita ingin memastikan bahwa penyelenggara atau perusahaan itu memahami, serta mengerti aspek keselamatan,” tutur Menhub.
Untuk memperkuat keselamatan khususnya pada transportasi laut, aturan terhadap angkutan barang khususnya barang berat kini telah diperketat.
Menhub telah meminta operator kapal seperti PT Pelni, PT Pelindo, dan PT ASDP Indonesia Ferry lebih ketat lagi terhadap angkutan kendaraan barang khususnya barang berat.
Bagi angkutan penyeberangan, angkutan penumpang mulai dipisahkan dengan angkutan barang untuk menjaga keamanan dan keselamatan penyeberangan. Penerapan aturan ini juga merupakan bagian dari kampanye zero over dimension over load (ODOL) 2027.
“Kami sudah minta pemisahan ini diterapkan, seperti di Pelabuhan Ketapang. Kita harus mengedukasi beberapa pihak supaya bisa memahami bahwa pemisahan di pelabuhan penyeberangan itu demi keselamatan,” ucap Menhub.
Memasuki musim penghujan, Menhub mengingatkan tantangan keselamatan transportasi semakin besar, dengan risiko kecelakaan dan bencana alam yang semakin tinggi.
Untuk itu, Menhub telah mengingatkan kepada seluruh pejabat Kementerian Perhubungan, mulai dari Eselon I hingga Eselon IV serta jenjang paling bawah agar lebih waspada menghadapi musim penghujan.
Dengan aturan jelas dan praktek tegas di lapangan, Menhub berharap keselamatan transportasi akan menjadi budaya yang dijaga bersama.
Dudy juga menyatakan keselamatan merupakan bagian dari kampanye yang harus disampaikan secara berulang dan berkelanjutan kepada seluruh insan transportasi, baik di lingkungan Kementerian Perhubungan maupun seluruh pemangku kepentingan transportasi.
Ia mengingatkan seluruh insan transportasi agar tidak lengah terhadap setiap aspek keselamatan karena keselamatan merupakan kepentingan bersama yang harus dijaga secara konsisten.
Menurutnya, satu nyawa yang hilang sudah terlalu banyak jika keselamatan diabaikan. Ia menegaskan keselamatan bukan sekadar jargon, dokumen, atau administrasi, melainkan budaya yang harus diterapkan dalam setiap penyelenggaraan transportasi.
"Tapi harus sudah menjadi budaya dan jika saya secara pribadi menjadikan ini sebuah harga diri, bahwa keselamatan itu harga diri sebagai insan transportasi. Kalau sudah bicara harga diri adalah sesuatu yang tidak bisa kita tawar,” kata Menhub.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026