Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 14 Juli 2026, 16:54 WIB

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi bersama Menteri Transportasi dan Logistik Arab Saudi, Saleh bin Nasser Al-Jasser
AKURAT.CO Pemerintah Indonesia terus memperkuat dan memperluas kerja sama di sektor transportasi dengan Pemerintah Arab Saudi.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan pertemuan antara Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dengan Menteri Transportasi dan Logistik Arab Saudi, Saleh bin Nasser Al-Jasser.
“Pada kesempatan ini, saya ingin menegaskan kembali bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama tersebut, bahkan memperluas jangkauannya,” kata Dudy, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: Kemenhub Soal Gugatan PT KSS: Hormati Proses Hukum, Serahkan Sepenuhnya pada Putusan Hakim PTUN
Dudy menyambut baik dan mendukung penuh perluasan kerja sama di sektor transportasi antarkedua negara, termasuk inisiatif Kementerian Transportasi dan Logistik Arab Saudi untuk mengembangkan beberapa Nota Kesepahaman.
Nota Kesepahaman meliputi investigasi keselamatan transportasi, maritim, perkeretaapian, hingga kerja sama teknis di bidang penerbangan sipil.
Dudy akan menugaskan tim teknis dari Kementerian Perhubungan untuk membahas dan menyelesaikan usulan Nota Kesepahaman tersebut secara tepat waktu.
“Perlu saya sampaikan, diskusi terkait layanan udara antara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Transportasi dan Logistik Arab Saudi yang berlangsung pada Juni 2025 lalu menghasikan kesepakatan yang saling menguntungkan. Salah satu yang disepakati adalah perluasan titik operasional, di antaranya Yogyakarta dan Banda Aceh,” ujarnya.
Menhub Dudy mengucapkan terima kasih atas komitmen maskapai Arab Saudi yang telah melayani pasar Indonesia. Menurutnya, jumlah penumpang dalam beberapa tahun terakhir terbilang cukup besar, dengan jumlah terbanyak adalah jamaah umrah.
Pada saat yang sama, salah satu maskapai swasta Indonesia pun menunjukkan kinerja yang positif, di mana sejak Desember 2025 lalu frekuensi layanan terjadwal menuju Jeddah dan Madinah telah bertambah.
Baca Juga: Komisi V DPR Minta Kemenhub Prioritaskan Program Keselamaran Transportasi di RKA 2027
“Ke depan, saya yakin masih banyak ruang bagi kita untuk terus bekerja sama di sektor transportasi udara. Satu hal yang penting, kita perlu memastikan peluang yang adil dan menguntungkan bagi maskapai penerbangan kedua negara, meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga kepatuhan terhadap peraturan masing-masing negara,” tutur Dudy.