Mengenal Umar Kremlev, Elite Rusia yang Ikut Biayai Pernikahan Putra Trump

2026/09/16

Karier Kremlev di dunia tinju kemudian berkembang pesat. Pada 2017, ia diangkat menjadi sekretaris jenderal Federasi Tinju Rusia, yang selama kepemimpinannya semakin dekat dengan sejumlah tokoh berpengaruh di kalangan elite Rusia.

Rubezhny memimpin dewan pengawas federasi tersebut. Sementara itu, Igor Sechin, CEO perusahaan minyak negara Rosneft dan salah satu sekutu lama Putin, pernah menjadi anggota dewan tersebut.

Kremlev kemudian memperluas pengaruhnya ke tingkat internasional. Pada 2020, ia terpilih sebagai presiden AIBA, organisasi yang kemudian berganti nama menjadi International Boxing Association (IBA). Posisi tersebut menempatkan seorang tokoh Rusia yang memiliki hubungan kuat dengan Kremlin di pucuk pimpinan badan internasional yang mengatur olahraga tinju.

Masa kepemimpinannya di organisasi itu kemudian diwarnai kontroversi besar. Pada 2023, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mencabut pengakuan terhadap IBA setelah selama bertahun-tahun muncul kekhawatiran mengenai tata kelola, kondisi keuangan, dan sistem perwasitan organisasi tersebut. Langkah seperti itu belum pernah sebelumnya diambil terhadap sebuah federasi olahraga internasional.

Kremlev menanggapinya dengan semakin keras menyerang para pejabat Olimpiade. Ia menyebut mantan pengurus tinju CK Wu sebagai kriminal yang "seharusnya ditembak" dan menuduh sejumlah pejabat senior IOC, termasuk presiden IOC saat itu Thomas Bach, berusaha menghancurkan olahraga tinju.

Meski demikian, Kremlev terus menggelar turnamen IBA di negara-negara yang federasi tinju nasionalnya masih setia kepada organisasi tersebut. Pada saat yang sama, ia menjanjikan bantuan keuangan dan pembangunan pusat-pusat tinju.

Di bawah kepemimpinannya, IBA kembali mengizinkan petinju Rusia dan Belarus tampil dengan membawa bendera nasional serta diiringi lagu kebangsaan masing-masing. Kremlev berulang kali mengecam larangan terhadap atlet Rusia.

Pada saat yang sama, bisnis Kremlev di Rusia berkembang dengan cepat.

Menurut dua orang yang mengetahui aset-asetnya, Kremlev diyakini secara efektif mengendalikan tiga perusahaan taruhan terbesar di Rusia. Ia disebut sebagai salah satu pihak yang paling diuntungkan dari perombakan pasar perjudian yang dilakukan pemerintah.

Pada 2024, Kremlev mengakuisisi Rolf, grup dealer mobil terbesar di Rusia. Perusahaan itu sebelumnya dinasionalisasi dan diambil alih dari pendirinya, Sergei Petrov, seorang pengkritik Kremlin yang telah meninggalkan Rusia.

Besarnya pengaruh Kremlev terlihat ketika ia ikut dalam delegasi bisnis yang bepergian ke China bersama Putin, tak lama sebelum kemudian terbang ke Bahama.

Seperti sejumlah tokoh lain di kalangan elite Moskow, Kremlev disebut secara terbuka memperlihatkan kesetiaannya kepada Putin seiring meningkatnya karier dan pengaruhnya.

"Berkat satu orang, saat ini benar-benar ada berbagai macam peluang untuk menghasilkan uang dan berusaha meraih lebih banyak lagi," kata Kremlev dalam sebuah wawancara video pada 2024.

"Orang itu, tentu saja, adalah presiden kita, Vladimir Vladimirovich Putin."