Menengok Stasiun MRT Monas, Bakal Ada Ruang Seni dan Pameran Edukasi

2026/07/22

Liputan6.com, Jakarta - Stasiun Monas merupakan bagian dari proyek MRT Jakarta Fase 2A hampir rampung. Berada tepat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, stasiun bawah tanah ini dirancang menjadi wisata dan kawasan heritage Jakarta.

Pantauan Liputan6.com, pada Rabu (22/7/2026) pekerjaan konstruksi Stasiun MRT Monas kini memasuki tahap akhir. Pintu masuk utama stasiun berada di Monas silang barat atau tak jauh dari pintu masuk Monas dekat Patung Kuda.

Menelusuri Stasiun MRT Monas pada Rabu (22/7/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira).

Perbesar

Menelusuri Stasiun MRT Monas pada Rabu (22/7/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira).

Di area bawah tanah, eskalator dan lift sudah terpasang, namun belum berfungsi. Rel kereta juga nampak telah terpasang di atas bantalan rel. Sementara itu, sejumlah pekerja terlihat masih melakukan penyetelan komponen lintasan dan penyelesaian instalasi di sepanjang terowongan.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Weni Maulina mengatakan, Stasiun Monas didesain sebagai stasiun ikonik karena berada di kawasan cagar budaya Monas. Selain melayani mobilitas masyarakat, stasiun ini juga diharapkan menjadi ruang publik yang mendukung aktivitas wisata dan edukasi.

“Stasiun Monas sendiri, keunikannya dia adalah stasiun ikonik sebetulnya. Jadi ini memang kita desain karena masuk ke dalam kawasan heritage, kawasan Monumen Nasional,” kata Weni saat meninjau proyek MRT Jakarta Fase 2A, Rabu (22/7/2026).

Menelusuri Stasiun MRT Monas pada Rabu (22/7/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira).

Perbesar

Menelusuri Stasiun MRT Monas pada Rabu (22/7/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira).

Selain itu, stasiun ini punya koridor yang cukup panjang. Koridor yang panjang tersebut akan disiapkan untuk area kesenian, edukasi, ataupun pameran-pameran edukasi.

Menurut Weni, keberadaan Stasiun MRT Monas nantinya tidak hanya melayani warga Jakarta dan masyarakat Indonesia secara umum, tetapi juga wisatawan domestik maupun mancanegara berkunjung ke kawasan Monas.

“Selain itu juga untuk turis-turis tadi karena area Stasiun Monas ini menjadi titik area heritage dan juga ini merupakan sebuah taman, ini targetnya memang kepada warga dan juga kepada turis-turis nasional maupun internasional,” ujar Weni.

Menelusuri Stasiun MRT Monas pada Rabu (22/7/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira).

Perbesar

Menelusuri Stasiun MRT Monas pada Rabu (22/7/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira).

Weni menjelaskan konsep arsitektur Stasiun MRT Monas disesuaikan dengan karakter kawasan bersejarah. Karena berada di lingkungan Monas, bangunan di atas permukaan dibuat rendah dengan konsep sunken entrance agar tidak mengganggu lanskap kawasan.

“Kita bikin istilahnya sunken, seperti entrance ini, kita buat semacam sunken jadi langsung masuk ke area bawah tanah. Kemudian bangunan fasilitas ventilasi, cooling tower, ventilation tower, itu juga dibuat semi-sunken, jadi cukup rendah gitu, cukup pendek,” ujar Weni.

Weni merinci Stasiun MRT Monas memiliki panjang sekitar 220 meter dengan kedalaman peron sekitar 15-18 meter di bawah permukaan tanah.

Stasiun ini akan memiliki dua akses masuk, yakni Grand Entrance yang menghadap langsung ke Monas serta pintu masuk di Jalan Museum yang melayani kawasan perkantoran Medan Merdeka Barat. PT MRT Jakarta menargetkan Stasiun Monas dan Stasiun Thamrin mulai beroperasi pada akhir 2027.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6