Kamis, 24 September 2026 - 00:00 WIB
VIVA –Anak buah kapal (ABK) Aru Padatu I, Surakman, berhasil diidentifikasi. Surakhman diketahui merupakan salah satu ABK yang membawa lima jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada 7 September 2026.
Baca Juga
Teridentifikasinya jasad Surakman kembali membuat publik menyoroti video kunjungan Bupati Pandeglang, Banten, Raden Dewi Setiani, ke kediaman keluarga Surakhman pada 12 September lalu. Dalam video yang diunggah di akun TikTok resmi Dewi @rd.dewisetiani, Surakhan diketahui merupakan tulang punggung keluarga.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Bupati Pandeglang tersebut, selama ini Surakman membantu dan merawat kakaknya yang mengalami kehilangan penglihatan sejak usia 4 tahun.
Baca Juga
"Dari umur empat tahun bu. Saya mah tunatera," kata kakak dari Surakman dikutip Kamis 24 September 2026.
Bupati Pandeglang, Banten, Raden Dewi Setiani dan Kakak ABK Surakman
Photo :
- Akun TikTok Bupati Pandeglang
Baca Juga
Dalam keterangan kakak, ABK kapal Aru Padatu I itu sempat menyampaikan akan pulang pada sore hari. Namun kenyataannya Surakhman tidak pernah kembali ke samping sang kakak.
"Bilangnya sama saya entar sore pulang," kata dia.
Kakak perempuan Surakman juga menceritakan bahwa selama bekerja sebagai ABK, adiknya tidak pernah membawa tas. Hanya membawa kantong plastik yang berisikan baju ganti dan alat-alat mesin kapal.
"Apanya kek topinya kek gitu. Katanya tadi rame tas-tas. Surakhman nggak pernah bawa tas. Paling bawa plastik didouble-double buat bawa bajunya. Alat mesin itu doang. Ini berangkat cuma baju di badan. Bawa bag isi alat mesin, kunci-kunci," kata sang kakak.
Kakak perempuan Surakman juga terlihat hanya bisa berpasrah dan menangis di pelukan bupati Pandeglang saat itu.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, satu jasad tanpa identitas yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu Utara beberapa waktu lalu berhasil teridentifikasi. Jenazah tersebut merupakan salah satu dari delapan orang yang berada di Kapal Aru Padatu 1.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kapolda Banten, Inspektur Jenderal Polisi Hengki mengatakan jasad tersebut merupakan Surakman, yang diketahui sebagai anak buah kapal (ABK) Aru Padatu 1. Identifikasi dilakukan setelah Polda Banten berkoordinasi dengan Polda Bengkulu dan mengirimkan data antemortem serta postmortem dari delapan orang yang masih hilang.
Proses pencocokan dilakukan oleh tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri dengan menggunakan sejumlah data primer, termasuk sidik jari, gigi, dan DNA. Hasil pemeriksaan DNA kemudian memastikan identitas jasad Mr. X yang ditemukan di Bengkulu.
Halaman Selanjutnya
"Hasil identifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu bahwa secara genetik PM/62/P.ENGGANO/01 itu kode jenazah Mr. X tadi, teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal," kata dia, Rabu, 23 September 2026.